150 Anggota Persit Ikuti Test IVA di RS Bhakti Wira Tamtama

0
315
Ketua Persit KCK PD IV/Diponegoro bersama anggota saat tes IVA

BERITA SEMARANG – Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) PD IV/Diponegoro menyelenggarakan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) untuk anggota Persit dan Dharma Pertiwi (Persit, IKKA, PIA Ardhya Garini, Jalasenastri dan Korps Wanita Angkatan Darat se Garnisun Semarang) yang dilaksanakan di Rumah Sakit (RS) Bhakti Wira Tamtama Semarang, Selasa (25/4/2017).

Pemeriksaan tersebut untuk mendeteksi kanker serviks (kanker mulut rahim) sejak dini yang merupakan program dari Pemerintah. Untuk wilayah PD IV/Diponegoro, selain di Semarang juga dilaksanakan secara serentak di Yogyakarta, Salatiga, Purwokerto dan Solo.

Ketua Persit KCK PD IV/Diponegoro, Dewi Susanti Tatang Sulaiman menyampaikan, sebanyak 150 anggota Persit hari ini mengikuti jalannya pemeriksaan IVA dalam upaya deteksi dini pemeriksaan mulut rahim (serviks).

 “Kegiatan ini untuk mensukseskan program Pemerintah dalam menekan jumlah penderita kanker serviks,” ujar Dewi Tatang Sulaiman di RS Bhakti Wira Tamtama Semarang.

Kepala RS Bhakti Wira Tamtama, Letkol Ckm dr. Yulinar W, M.Sc, Sp.A mengatakan, pemeriksaan IVA adalah untuk mendeteksi sejak dini adanya kanker serviks dengan cara mengolesi leher rahim dengan larutan Asam Asetat 3-5 persen.

“Setelah itu dapat dilihat perubahan warna, dimana pada perubahan tertentu dapat terindikasi normal atau  tidak normal. Apabila ternyata tidak normal maka akan segera ditindaklanjuti,” jelas Yulinar.

Pada pemeriksaan IVA sebelumnya, ada 10 orang yang dicurigai terkena serviks, namun sudah ditindaklanjuti.

Yulinar katakan, dalam penularan serviks pada umumnya dapat melalui hubungan seksual (hubungan suami istri). Namun untuk pencegahan sendiri sebenarnya bisa dilakukan dengan cara memberikan vaksin pada anak usia 9 tahun. “Ini adalah upaya pencegahan sedini mungkin,” tukasnya.

Dirinya menghimbau kepada ibu-ibu untuk tidak takut mengikuti tes IVA, karena dalam pemeriksaan sendiri si ibu tidak akan merasa sakit. Bahkan pemeriksaan IVA bisa dilakukan dengan nyaman.

“Periksakan sedini mungkin, supaya apabila terindikasi serviks bisa langsung ditangani secepatnya,” tandasnya.

Salah satu anggota Persit, Nilasari (42) warga Tugu Semarang mengaku senang dengan kegiatan pemeriksaan IVA tersebut.

“Dengan adanya tes IVA ini ibu-ibu bisa mengetahui kesehatan untuk dirinya. Saya berharap kegiatan ini bisa dilakukan lagi, tidak hanya kali ini,” tandasnya. (Nn)

Biro Semarang