Tanggapi Keluhan, Walikota Bekasi Temu Warga Pulo Permatasari

0
401
Dr. H. Rahmat Effendi

BERITA BEKASI – Walikota Bekasi Rahmat Effendi bersilahturahmi dengan warga RW19 Perumahan Pulo Permatasari, Kecamatan Bekasi Selatan bersama Asisten Pemerintahan, Dinar Faizal Badar, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Tri Adhianto, Jumat (28/4/2017) malam.

Silahturahmi ini, sekaligus menanggapi adanya keluhan warga mengenai dampak banjir akibat pembangunan Apartemen Grand Kamala Lagoon. Audiensi dengan warga Perumahan Pulo Permatasari ini, menjadi temu warga kedua yang sebelumnya dengan warga Perumahan Taman Cikas yang mengeluhkan hal yang sama.

Dalam kesempatan itu, Rahmat Effendi mengatakan, Pemerintah sudah berdiskusi dengan pihak pengembang Grand Kamala Lagoon mengenai dampak banjir diwilayah. Tidak hanya di Perumahan Pulo Permatasari, tapi ada Taman Cikas, Villa Galaxy dan Pondok Timur Mas yang juga terkena dampak banjir.

Menurut keluhan warga, saat berdiskusi memang Perumahan Cikas sudah menjadi langganan banjir hampir satu minggu tiga kali banjir, namun menurut warga setelah adanya pembangunan Apartemen Grand Kamala Lagoon bertambah parah. Hujan sedikit, air sudah menggenangi Perumahan meskipun sudah ada waduk yang menampung air tetap tidak menjadi solusi.

Menanggapi hal itu, Rahmat pun, akan membentuk tim dari Pemerintah Kota Bekasi, perwakilan Grand Kamala Lagoon dan dua orang warga baik dari Perumahan Cikas, PTM, PPS dan Taman Galaxy yang ada di sekitar area untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

“Jangan hanya memikirkan diri sendiri dengan pendirian Apartemen yang telah diijinkan, namun saya harus juga mendengarkan keluhan warga di sekitar,” ungkap Rahmat, Jumat (28/4/2017) malam. 

Dalam pertemuan itu, Perumahan Pulo Permata Mas akan mendapatkan dua buah mobil dump truck dan dua mobil lagi untuk Perumahan Taman Cikas yang akan berguna untuk mengangkut sampah seminggu 3 kali karena di wilayah tersebut hanya sekali seminggu diangkutnya.

Rahmat pun menegaskan kepada Dinas Lingkungan Hidup untuk membuat surat untuk Dinas Kebersihan DKI Jakarta agar meminta 5 buah Dum Truck sampah yang telah bersedia memberikan mobil tersebut untuk Kota Bekasi. (ADV/Ndoet)