Dr. Suwondo: Lampung Butuh Pemimpin Pelayan Masyarakat

0
78
Irjen Pol Dr. Ike Edwin

BERITA LAMPUNG – Pakar Politik Universitas Lampung (Unila), Dr. Suwondo mengkritisi pola sistem penetapan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur (Cagub dan Cawagub) yang selalu berdasarkan dari loby-loby Partai Politik.

Menurut Dr. Suwondo, seharusnya Calon Wakil Gubernur (Cawagub) itu ditentukan oleh Calon Gubernur (Cagub) agar dapat bekerjasama ketika memimpin Pemerintahan, bukan karena terpaksa dari hasil loby-loby Partai untuk memenuhi kursi atau syarat Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Saya punya pandangan bahwa Cawagub itukan Wakil, jadi sebaiknya Cagub yang menetapkan, bukan loby-loby Partai,” terangnya kepada Beritaekspres.com, Minggu (30/4/2017).

Pola-pola lama sambung Dr. Suwondo, sebaiknya kita tinggalkan, Amerika bisa kita tiru Wapresnya, ditentukan oleh Presiden, positifnya, keduanya bisa bekerja dengan baik.

“Nah, kita sebaiknya mulai berubah yang menentukan Wakil itu ya Kepala Daerah agar tidak ribut di tengah jalan atau Partai minta saran dari Cagub siapa Wakilnya,” kata Dosen Pasca FISIP Unila tersebut.

Dalam pengamatan pria kelahiran Lampung Utara pada 3 September 1959 ini mengatakan, nantinya yang akan maju sebagai Calon Gubernur Ridho Ficardo, Ike Edwin, Mustafa, Arinal dan Alzier.

“Nama-nama tersebut akan berebut BE 1. Sedangkan Purn Edwar dan sebagian dari mereka mencari Wakil Suku Jawa kecuali, Mustafa kemungkinan dengan Eva atau Herman, lalu Herman saya lihat Fokus Walikota,” katanya.

Beliau (Herman) sepertinya mendorong istrinya menjadi Wagub, jika Ridho nantinya berpasangan dengan Purn Edward ada kendala secara psikologis. “Karena dengan Ike Edwin apapun juga mereka kerabat dan tidak etis dari sisi adat,” ungkapnya. 

Bagi Dosen Pasca Magister Hukum ini menganggap, justru posisi Cawagub masih misteri, kemungkinan di luar itu seperti yang disebutkan namanya diatas.

“Namun kalau melihat heterogen masyakat maka komposisi etnis mau tidak mau perlu dipertimbangkan, ingat pemilih kita masih tradisional,” jelasnya.

Saat ditanya saran untuk Masyarakat Lampung untuk memilih pemimpin?

Pakar Politik Lampung ini menekankan, pilihlah yang terbaik yang dekat dengan masyarakat dan tidak arogan serta menjadikan kekuasaan sebagai kontrak sosial yang bisa dipertanggung jawabkan kepada rakyat.

“Tentu pemimpin yang terbaik itu, pemimpin pelayan bagi masyarakat dan harus mendengar aspirasi masyarakat dan dekat dengan masyarakat dan tidak mengagungkan kekuasaan juga arogan. Kekuasaan itu, kontrak sosial yang harus dipertanggung jawabkan ke rakyat,” pungkasnya. (Znd)