Dibubarkan, Fahri Hamzah: HTI Bukan Obyek Hukum

0
58
Fahri Hamzah

BERITA JAKARTA – Karena hanya hayalan, pemikiran Hisbut Tahrir Indonesia (HTI) dinilai tidak membahayakan. Tudingan terhadap HTI yang  tidak Pancasilais, dianggap sebagai bentuk kelimpungannya dari Pemerintah.

“HTI ini cuma menghayal aja dengan pikirannya. Tidak ada yang mengkhawatirkan. Sama dengan orang punya pikiran bahwa suatu hari ada pandangan yang mengatakan bahwa Indonesia menjadi negara komunis,” ujar Wakil Ketua DPR-RI, Fahri Hamzah kepada awak media di Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Senin (8/5/2017).   

Menyoal tuduhan bahwa HTI bertentangan dengan Pancasila, Fahri mengungkapkan, hal tersebut memerlukan diskusi panjang. “Karena apapun sebagai kelompok sosial yang ada namanya, tentu dia akan bertanggungjawab. Saya tidak tahu juga tapi saya dengar itu HTI tidak punya badan hukum,” ungkapnya.

Menurut Fahri, kalau HTI berbadan hukum memang objek gugatan, tapi ini membuat Pemerintah menurunkan posisinya menjadi berlawanan dan berlebihan. “Biarkanlah itu menjadi dinamika dan tarik menarik di masyarakat saja setelah ada dialog,” kata politisi senior PKS itu lagi.

Terkait keberadaan HTI yang dianggap tidak Pancasilais, Fahri menyarankan agar Pemerintah membuat tesis. “Pemerintah kan ini kelimpungan, karena Pemerintahnya sendiri yang tidak terlalu paham Pancasila, karena menghadapi lembaga HTI aja berlebihan gitu. Ini yang saya khawatir itu melebar nanti front pertarungannya. Bukan pada perdebatannya,” pungkasnya.

Ditegaskan Fahri, pembubaran HTI oleh Pemerintah harus melalui putusan Pengadilan. “Jadi, harus melalui proses Peradilan. Ya silakan saja (pemerintah membubarkan HTI-red), nanti HTI akan mempersiapkan gugatan, sekaligus pasti ada gugatan ganti rugi kan,” tandasnya.

Tak hanya itu, Fahri juga memperkirakan pembubaran HTI tak mungkin berlangsung cepat. “Harus ada proses. Tapi begini Pemerintah saya bisa bilang gagal menjalankan fungsinya sebagai fasilitator gerakan sosial. Karena kemudian Pemerintah seperti berpihak,” paparnya.  

Wakil rakyat dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB)  ini pun mengaku lebih lebih senang yang seperti ini dihadapi dengan pikiran. “Indonesia seharusnya sebagai bangsa Muslim yangg besar, harus punya jalan mengatasi problem berfikir orang Islam. HTI itu kita tahu cara berpikirnya,” sambung Fahri.

HTI percaya tambah Fahri, bahwa dunia ini tidak akan selesai masalahnya kalau khilafah tidak terbentuk. “Mimpinya adalah masa lalu, ketika Nabi Muhammad selesai lahirlah empat khilafah. HTI menganggap kekhilafan itu dibentuk seperti dulu, baru masalah di dunia ini selesai,” pungkasnya. (OSS)