Divonis 2 Tahun, Djarot: Sebagai Sahabat, Saya Merasa Sakit

0
86
Ahok dan Djarot

BERITA JAKARTAMajelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara memvonis Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan pidana penjara selama 2 tahun dan langsung ditahan dalam kasus penodaan agama. Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengaku sebagai mitra sekaligus sahabat Ahok, hatinya merasa sakit.

“Ini sebetulnya bukan hanya esensi Gubernur dan Wakil Gubernur. Tapi esensi seorang sahabat dengan sahabat yang lain. Ketika punya sahabat yang sakit, kita juga ikut sakit,” ungkap Djarot di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (9/5/2017).

Djarot menilai hukuman selama 2 tahun penjara tersebut sangat berat bila melihat dari fakta-fakta yang dibeberkan selama proses Pengadilan.

“Saya belum mengikuti putusan lengkapnya, seperti apa hukumannya. Kalau begitu kan kita bisa banding. Kalau banding kita tunggu hasilnya seperti apa. Kalau menurut saya sih sebetulnya seharusnya lebih ringan melihat fakta-fakta di Persidangan,” terangnya.

Oleh karena itu sambung Djarot, dia dan Ahok sebelumnya tidak memiliki rencana apa pun terkait putusan hakim. Pasalnya, dia yakin hakim menjatuhkan putusan yang lebih ringan mengingat Jaksa menuntut pidana 1 tahun dengan masa percobaan 2 tahun.

“Kita enggak ada rencana itu. Kita jalan terus. Kita tidak pernah memikirkan berandai-andai tentang putusan ini. Yang kita pikirkan selama ini, bagaimana kita menyelesaikan tugas ini sampai dengan Oktober 2017. Jadi kita enggak pernah berandai-andai ketika saya ketemu dengan Pak Basuki,” ucapnya.

Meskipun begitu tambah Djarot, tetap menghormati putusan majelis hakim. “Ya sudah, kita serahkan saja pada hakim. Putusan apapun harus kita hormati. Karena kita adalah negara hukum,” pungkasnya. (Bambang)