Kakanwil Jateng Berikan Pengarahan Kepala UPT Pemasyarakatan

0
75
Kakanwil Kemenkum dan HAM Jateng beri pengarahan Kepala UPT Pemasyarakatan

BERITA SEMARANG – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM Jateng, Bambang Sumardiono memberikan pengarahan kepada seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan dan kepala keamanan di Jawa Tengah dalam rangka menyikapi kondisi terkait gangguan keamanan yang terjadi di Rutan Riau.

Selain itu, Bambang juga menjelaskan bagaimana melaksanakan dan menjabarkan instruksi menteri agar dilaksanakan di lapangan dengan sebaik-baiknya.

“Kanwil akan membentuk tim untuk memantau kegiatan yang telah diinstruksikan, selanjutnya akan kami pantau, nanti hasilnya seperti apa akan kita evaluasi,” tandas Bambang kepada awak media di Semarang, Jumat (12/5/2017).

Pada kesempatan tersebut, sebanyak 106 peserta yang mengikuti pengarahan ‘Pencegahan dan Pengendalian Gangguan Keamanan dan Ketertiban di Lapas/Rutan’ secara mendadak mengikuti tes urine di Aula Kanwil Kemenkum dan HAM Jateng.

“Kita adakan tes urine secara mendadak, karena saya ingin mereka bersih semua dari penyalahgunaan narkoba,” tukasnya.

Terkait kondisi Lapas di Jawa Tengah sendiri menurutnya dalam keadaan kondusif, yang mana over kapasitas hanya mencapai 15 persen saja, dan paling tinggi ada di Rutan Solo dan Lapas Kelas 1 Kedungpane Semarang.

Namun pihaknya mengaku sudah melakukan pemetaan dan akan melakukan pergeseran-pergeseran sehingga terjadi keseimbangan antara UPT yang satu dengan yang lain. “Kita sudah melakukan pemetaan dan akan melakukan pergeseran supaya timbul keseimbangan,” kata Bambang.

Di mana, lanjut Bambang, ada kebijakan untuk sisa pidana yang dua tahun bisa dilaksanakan di Rutan, dan sisa pidana di atas dua tahun agar digeser ke Lapas setempat atau terdekat.

Sementara itu pihaknya menekankan kepada seluruh UPT Pemasyarakatan agar tetap mengutamakan pelayanan terhadap warga binaan baik tahanan maupun para narapidana, serta memberikan pelayanan terbaik untuk para pengunjung.

Pihaknya juga akan membentuk tim yang melibatkan divisi lain guna pengawasan intensif memasuki bulan Ramadhan, terutama pada jam makan sahur dan jam saat tarawih yang merupakan jam-jam rawan. (Nn)

Biro Semarang