Segarnya Mandi di Wisata Air Terjun Legomoro Glenmore

0
113
Lokasi Air Terjun Legomoro Glenmore

BERITA BANYUWANGI – Potensi wisata di Kabupaten Banyuwangi terus bermunculan. Terbaru, wisata air terjun kembar “Legomoro” yang terletak di Petak 36 B KRPH Sumbermanggis, KPH Banyuwangi Barat. Tepatnya, di Dusun Sumbermulyo, Desa Margomulyo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, ini sangat menarik.  

Meski tergolong baru, obyek wisata ini cukup ramai dikunjungi. Tak sekedar menikmati indahnya lidah air terjun, pengunjung bisa mandi. Airnya dijamin segar, alami dan bersih.

Gemuruh suara air terjun, memecah keheningan siang di hutan pinus. Dari ketinggian 10 meter, dua aliran air terjun tampak melambai. Memecah tebing batu yang menjulang . Tampak indah. Tiba di bawah, aliran air bergerak ke bebatuan lebih rendah. Suasana alamnya pun terasa segar.

Sebelum massuk ke aliran sungai, aliran air terjun ditampung di sebuaah kolam buatan. Luasnya seukuran bola voly. Dipingirnya dibatassi tumpukan karung pasir. Disekitarnya, aneka pahatan batu berbentuk kepala naga, macan, ditata rapi. Menambah kesan alami kolam tersebut.

Selain merasakan air dari ketinggian, para pengujung pun bisa berenang di kolam tersebut. Pengelola menyediakan ban pelampung dengan harga sewa dibandrol Rp3000 hingga Rp5000 per pelampung.

Tidak jauh dari lokasi air terjun kembar, ada satu lagi air terjun yang tak kalah indah. Warga menyebut air terjun Putri Ayu. Ketinggiannya sekitar 9 meter. Meski lokasinya nyaris berdekatan, air terjun Putri Ayu kondisinya berbeda. Airnya lebih dingin.

‘’Karena langsung dari sumber pegunungan, jadi airnya lebih dingin,’’ terangnya Miskari, salah satu mandor sadap pinus dilokasi saat berbincang dengan Beritaekspres.com, Kamis (11/5/2017) kemarin.

Bagi pecinta wisata alam, kawasan wisata ini menjadi alternatif. Pemandangannya indah, masih alami. Udaranya sejuk, nyaman. Apalagi, lokasinya di tengah hutan pinus. Sehingga sanggat cocok untuk liburan keluarga di akhir pekan.

Awalnya, wisata air terjun ini dikenal dengan nama air terjun kembar. Karena memiliki dua lidah air terjun. Warga baru membuka kawasan wisata ini sejak 6 november 2016. Kala itu, belum mendapat Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan pihak Perhutani. 

Perjanjian kerjasama akhirnya baru turun bulan Maret 2017. Perhutani memberikan pengelolaan lahan sekitar 5 hektar. Obyek wisata ini dikelola langsung oleh masyarakat Dusun Sumbermulyo, Desa Margomulyo, Kecamatan Glenmore dibawah naungan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Melati Putih Glenmore.

Kepada Beritaekspres.com, Ketua Pokdarwis (kelompok sadar wisata) Legomoro, Muhamad Nawawi mengatakan,  rencananya di tempat ini akan dibangun beberapa fasilitas umum. Seperti, kantin, mushola, gazebo, ruang ganti, toilet, kolam pemandian, hom stay, ruang pertemuan dan kantor. 

Selain itu, ada aneka permainan diantaranya, fly fox, rafting, tubing, hammock, hiking menuju puncak raung. Serta menjadikan tempat ini sebagai bumi perkemahan.

Masuk ke air terjun Legomoro, pengunjung hanya ditarik tiket masuk sebesar Rp5000 per orang. Dari nominal ini, pengunjung sudah ditanggung dengan asuransi. Sedangkan tarif  parkir kendaraan, untuk roda dua dibandrol Rp2000 dan mobil Rp5000.

‘’Pengunjung paling ramai saat libur akhir pekan. Hari biasa  juga ada saja yang datang,’’ kata Mohamad Nawawi dilokasi air terjun Kembar Legomoro.

Pantauan Beritaekspres.com, tak hanya wisatawan lokal, pengunjung dari luar Kabupaten Banyuwangi juga banyak yang berdatangan. Seperti, Malang, Surabaya hingga Bali. Meski di tengah hutan, akses menuju ke lokasi cukup mudah. Roda dua maupun roda empat bisa langsung ke lokasi. Tempatnya tak jauh  dari kota Glenmore,  sekitar 7 kilometer arah utara.

Disepanjang perjalanan, papan penujuk ke lokasi banyak terpasang. Jalan ke lokasi sudah beraspal. Namun sekitar 700 meter mendekati lokasi, jalan masih setapak. Sebab, memasuki wilayah hutan pinus Perhutani. Dilokasi pengunjung bisa  bersantai di gesebo sambil menikmati sejuknya udara pegunungan. (Eko)

Biro Banyuwangi