Ribuan Siswa Resah, PPDB SMAN Kab/Kota Bekasi Kacau

0
93
Didit Susilo

BERITA BEKASI – Sudah tiga hari sejak dibuka dari tanggal 6 Juni hingga sekarang sistem online Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur non-akademik seperti jalur Afirmasi RMP, Afirmasi UU, Afirmasi Prestasi dan Afirmasi MoU, kacau, sangat sulit diakses dan sistem sering eror.

Akibatnya, ribuan calon siswa merasa resah disejumlah SMA Negeri dan SMK Negeri di Kabupaten/Kota Bekasi. Karena, sistem PPDB online yang diterapkan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi, Jawa Barat, tidak berjalan sesuai dengan harapan masyarakat. Padahal sistem tersebut sudah mengandeng Universitas ternama.

“Pendaftaran sistem online untuk tingkat sekolah menengah atas itu sangat lambat. Akhirnya, ribuan siswa yang hendak mendaftar dengan sistem online resah,” terang Pemerhati Kebijakan Publik Bekasi, Didit Susilo kepada Beritaekspres.com, Jumat (9/6/2017).

Untuk Kabupaten Bekasi sambungnya, sudah bisa daftar secara manual dengan syarat seperti pendaftaran online. “Namun untuk Kota Bekasi kok kebijakannya berbeda atau sekolah belum menerima pendaftaran secara manual,” katanya.

Dilanjutkan Didit, akibat sistem online mengalami kendala, maka para siswa lulusan SMP/sederajat dan orangtuanya mendatangi langsung ke SMA Negeri dan SMK Negeri yang menjadi tujuan untuk melanjutkan anaknya sekolah.

“Lantaran para lulusan SMP beserta orangtuanya kesulitan mendaftar melalui sistem online, maka mereka mendangi sekolah seperti SMAN 1 Kota Bekasi namun belum ada pendaftaran manual,” imbuhnya.

Sementara, para siswa yang didampingi orangtua berharap dengan datang ke sekolah tujuan akan bisa mendaftar tercapai. Tapi sayangnya, keinginan siswa dan orangtuanya terbentur Peraturan Pemerintah (PP) RI Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.

“Khususnya Pasal 74 (ayat 1 dan 2) dan Pasal 82 (ayat 1 dan 2) tentang Penerimaan Peserta Didik pada Satuan Pendidikan Dasar/Menengah yang objektif, transparan, dan akuntabel harus melalui online,” jelasnya.

Sejak tadi pagi lanjut Didit, saya membuka website penerimaan online, tapi tidak bisa, sangat lama. Masa sampai dua jam tidak bisa-bisa. Akhirnya saya ke sini (sekolah, Red),” ungkapnya yang juga mendaftarkan anaknya melalui jalur Afirmasi ke SMAN 1 Kota Bekasi.

Dijelaskannya, sejak tiga hari lalu dirinya membuka website penerimaan siswa baru. Namun sistemnya sering eror, bagaimana bagi orangtua yang masih gagap teknologi.

Sementara, Panitia PPDB SMAN 1 Kota Bekasi, Chendra ketika ditanyakan hal tersebut, mengatakan pihaknya tidak bisa melakukan apa-apa karena sistem penerimaan online lambat. Akibatnya, sekolahnya diserbu siswa dan orangtua siswa yang hendak mendaftar ke sekolahnya.

”Ya sebelumnya kami sudah berkoordinasi dengan koordinator wilayah (koorwil) dalam melayani PPDB offline ini. Intinya kami hanya ingin mempermudah masyarakat dan memperlancar,” katanya.

Dalam PPDB 2017-2018 untuk tingkat SMA/SMK menggunakan dua jalur yakni, akademik dan non akademik. Untuk jalur akademik di buka pendaftaran mulai tanggal 3 sampai 8 Juli 2017 mendatang.

Sedangkan pendaftaran jalur non akademik dimulai tanggal 6 hingga 10 Juni 2017 dan pengumuman tanggal 16 Juni. Untuk jalur non akademik terdiri dari Apresiasi Prestasi 10 persen, siswa yang memiliki MoU 10 persen dan Afirmasi atau siswa tidak mampu 20 persen.

“Pokoknya kacau, bukan makin mudah setelah alih pengelola oleh pihak Provinsi Jabar, harus ada kebijakan darurat agar calon siswa dan orangtua murid tidak resah. Dari awal sudah minim sosialisasi sistem yang diterapkan juga tidak logis untuk kalangan awam malah tambah rumit,” pungasnya. (CR-1)