Warung Tenda ‘Gurih-Gurih” Harganya Gurih, Seafoodnya Lebih Gurih

0
340
Seafood yang gurih rasanya, gurih harganya

BERITA SEMARANG – Gurih harganya, gurih pula rasanya. Itulah yang ditawarkan dari warung tenda dan lesehan ‘Gurih-Gurih’. Utamanya bagi anda pecinta seafood, anda tak perlu bingung lagi mencari makanan kesukaan anda. Karena warung tenda dan lesehan ‘Gurih-Gurih’  yang berada di Jalan MT. Haryono Kota Semarang  menyuguhkan aneka macam seafood dan berbagai jenis ikan goreng dengan harga terjangkau.

Warung tenda dan lesehan yang buka setiap hari mulai pukul 17.00 WIB hingga pukul 01.00 WIB itu selalu ramai dikunjungi masyarakat terutama para pelanggannya yang sudah biasa merasakan kelezatan seafood dan ikan goreng seperti gurami, lele, bawal, ayam, bebek dan lainnya.

Hartoyo (33), pemilik warung dan lesehan ‘Gurih-Gurih’ mengatakan, dengan konsep warung tenda dan lesehan ini dirinya ingin menjangkau semua kalangan, mulai karyawan yang gajinya rendah semua bisa menikmatinya.

“Dari gurih harganya hingga gurih rasanya. Murah tapi bukan murahan,” tandas Hartoyo saat disambangi BeritaEkspres.com, Jumat (9/6/2017).

Harga yang dipatoknya relative murah. Untuk cumi-cumi dan udang per porsi hanya dipatok Rp 15.000, kerang Rp 12.000, dan kepiting Rp 35.000. Sedangkan untuk ikan goreng harga bervariasi mulai dari Rp 12.000 hingga Rp 19.000 per porsi.

Hartoyo mengaku untuk ikan-ikan segar yang dibutuhkan setiap harinya dikirim langsung dari TPI, sedang untuk ayam dan bebek dia ambil dari tempat langganannya.

“Kalau sudah langganan barang dijamin segar,” katanya.

Hartoyo yang kesehariannya tinggal di Peterongan bersama istri dan 2 anaknya mengaku mulai belajar memasak saat berada di Riau. Di sana ia bekerja ikut orang Lamongan selama 5 tahun, dari sana ia pun bisa mandiri dengan membuka usaha sendiri di Kota Semarang.

Bahkan tidak hanya di Kota Semarang saja, warung tenda dan lesehan ‘Gurih-Gurih’ juga mempunyai cabang yang berada di Bandungan, Kabupaten Semarang. Untuk cabang yang berada di Bandungan, dirinya mengaku bekerjasama dengan teman (bagi hasil).

Sementara dengan dibantu 3 orang karyawannya, Hartoyo mampu melayani pengunjung yang datang di warung dan lesehan Jalan MT. Haryono Kota Semarang, yang rata-rata per hari mencapai 100 orang, hingga dirinya bisa meraup Rp 2 juta per hari.

Hartoyo berharap dalam waktu dekat ia bisa memiliki tempat yang lebih bagus lagi, supaya pelanggan bisa merasa lebih nyaman dalam menikmati makanan di tempatnya. Bahkan dia berencana akan membuka warung tenda ‘Gurih-Gurih’ di lain tempat.

“Ini masih cari tempat lain yang strategis buat ngembangin usaha,” imbuhnya. (Nn)

Biro Semarang