Bawa Kabur Pacar Bawah Umur Pria Bertato Dibekuk Polisi

0
83
Tersangka

BERITA BANYUWANGI – Pupus sudah jalinan asmara Widi Wijayanto (21) dengan kekasihnya sebut saja Mawar lantaran nekad membawa kabur sang pujaan hati yang masih dibawah umur. Pemuda kelahiran Jayapura ini akhirnya terpaksa harus meringkuk di sel tahanan Polsek Tegalsari, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (17/6/2017) kemarin.

Harapan tinggal serumah dan membina mahligai rumah tangga bersama sang kekasih pun pupus, termasuk impian dan kenangan manis selama bersama Mawar harus terkubur Widi untuk selamanya pasca orang tua Mawar tidak terima putrinya dibawa pergi tanpa pamit.

Widi pun, harus menjawab sejumlah pertanyaan penyidik untuk melengkapi Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) atas bujuk rayu terhadap gadis dibawah umur seperti diatur dalam Pasal 76 E junto Pasal 81 ayat 2 dan 82 ayat 1 UU-RI No.23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Kepada Beritaekspres.com, Kapolsek Tegalsari AKP Suhardi mengatakan, Widi, tinggal di Dusun Simbar, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu. Pemuda bertato itu memacari Mawar pasca pertemuan pertama di lokasi wisata Alam Indah Lestari (AIL) Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi, sekitar Maret 2017 lalu.

“Sejak itu hubungan keduanya inten. Sampai akhirnya Mawar pergi bersama pelaku dan tidak pulang ke rumah, sehingga membuat orang tuanya cemas. Kasus ini kita tangani sejak menerima aduan pada 15 Juni 2017,” ungkapnya, Senin (19/6/2017).

Status Mawar sambung Kapolsek, dianggap belum dewasa karena masih berstatus pelajar di sebuah sekolah swasta di wilayah Genteng. Usianya bahkan belum genap 18 tahun. Itu sebabnya aparat kemudian memproses kasus ini.

“Pelaku ditangkap di rumah tinggalnya di Kecamatan Sempu. Saat ini korban telah berkumpul kembali bersama orang tuanya di Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari,” tandas Kapolsek.

Ditambahkan, Kasie Humas Aiptu Suprapto mengatakan, sebelum diamankan, Widi sempat bersama Mawar dalam ‘pelarian’. Dua sejoli yang dimabuk cinta tersebut lupa ada norma hukum yang dilanggar.

“Pacaran boleh asal tidak menabrak rambu hukum. Jangan melakukan tindakan asusila selama belum resmi menjadi suami istri dan tidak boleh membawa pergi pacar tanpa seijin orang tuanya,” kata Aiptu Suprapto.

Bila dilanggar tambahnya, ancamannya bisa pidana. “Ironisnya kasus seperti ini tidak banyak disadari kalangan muda. Padahal contoh kasus seperti ini sudah banyak,” pungkasnya. (Eko Prastyo) 

Biro Banyuwangi