Disdikbud Kota Tegal: Sekolah Dilarang Jual Seragam

0
104
Ilustrasi

BERITA TEGAL – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tegal Jawa Tengah menegaskan agar sekolah yang ada di Kota Bahari tidak memanfaatkan momentum Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk menjual seragam sekolah kepada peserta didik barunya. Sesuai dengan peraturan yang telah dibuat Pemerintah, penjualan seragam dilarang.

Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Dalam pasal 181 dan 198 disebutkan, pendidik atau tenaga pendidik, komite sekolah dan dewan pendidikan, baik secara perseorangan atau kolektif, tidak diperbolehkan untuk menjual pakaian seragam ataupun bahan seragam.

“Apapun alasannya, pihak sekolah tidak boleh menjual seragam. Kecuali, dimengerti bahwa itu adalah seragam olahraga,” tegas Kepala Disdikbud Johardi melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar M. Mashar kepada Beritaekspres.com, Senin (19/6/2017).

Mashar pun mengimbau kepada pihak sekolah untuk tidak melakukan inovasi macam-macam yang ujung-unjungnya dapat memberatkan peserta didik baru.

“Dalam penyelenggaraan PPDB, kami minta sekolah agar mengikuti aturan dan dilarang melakukan pungutan dalam bentuk apapun,” ulasnya lagi menegaskan.

Hal senada juga disampaikan Ketua Dewan Pendidikan Sihono mengatakan, pihak sekolah dilarang menjual seragam, karena sesuai peraturan pengadaan pakaian seragam sekolah diusahakan sendiri oleh orang tua atau wali peserta didik.

Pengadaannya pun, tidak boleh dikaitkan dengan pelaksanaan PPDB atau kenaikan kelas. “Untuk peserta didik baru, kan bisa saja menggunakan pakaian kakak-kakaknya yang telah lulus,” katanya.

Karena itu tambahnya, sebelumnya dilakukan imbauan agar siswa yang telah dinyatakan lulus dilarang melakukan corat-coret seragam, karena masih bisa dimanfaatkan untuk adik-adiknya,” pungkas Sihono. (Boy Rasta)

Biro Tegal