Kakek Pelaku Cabul Anak Bawah Umur Dibekuk Polisi

0
88

BERITA JAKARTA – Anggota Polsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menangkap pelaku cabul anak dibawah umur. Zul alias Babe (60) dibekuk petugas saat mau berangkat berjualan dari kediamannya di Kawasan Jalan Peninggaran, Rabu (6/7/2017) lalu.

Diketahui, Zul alias Babe berdagang selalu mengajak bocah – bocah sekitar untuk ikut berdagang dengannya. Belakangan, diketahui, jika terdapat niat jahat terselubung dari pria lanjut usia berstatus duda tersebut.

“Jadi anak-anak kecil itu diajak sambil berdagang untuk selanjutnya dicabuli pelaku,” terang Wakapolsek Kebayoran Lama, AKP Budi Sutiyono didampingi Kanitserse AKP Harisubeno kepada Beritaekspres.com, Jumat (7/7/2017).

Dalam menjalankan aksinya sambung AKP Budi, korban diajak pelaku naik mobil yang dipakai guna berjualan. Ketika di lokasi, korban disuruh sambil duduk diatas mobil lalu tubuh dan kelamin korban diraba-raba pelaku.

“Jadi kelamin korban dicolok-colok pelaku. Bahkan ada yang sampai mengeluarkan darah. Usai melancarkan aksinya, korban lalu diberi hadiah pelaku berupa uang sebesar Rp2000 ribu,” ungkapnya.

Akhirnya pelaku lanjut AKP Budi, kita bekuk setelah warga yang mengetahui aksi bejad kakek tersebut bersama Ketua RT dan Polisi melakukan penjebakan untuk menangkap pelaku dan digelandang ke Mapolsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Menurut Budi, korban pelaku tidak hanya satu orang melainkan mencapai 12 orang. Korban berusia 5 tahun dan 8 tahun. Namun, tidak semua orang tua korban melapor ke Polisi. “Jadi yang melapor hanya enam anak,” katanya.

Semua anak telah dilakukan visum dan hasilnya positif, terdapat luka lecet pada kelamin masing-masing anak. Polisi masih mengembangkan kasus ini karena tidak menutup kemungkinan ada korban lainnya. “Kami menunggu laporan apabila ada korban-korban yang lain,” tandasnya.

Sementara, Zul mengaku mencabuli bocah karena tak tahan menahan hasrat seksualnya. Namun, ia menolak disebut pedofil karena sebelumnya dirinya telah berumah tangga dan memiliki dua anak. “Itu karena istri saya meninggal 14 tahun lalu, sekitar tahun 2002. Makanya saya enggak ada pelampiasan (hasrat seksual) lagi,” jelas dia.

Kendati begitu, ia mengaku belum lama menjalankan aksinya. Tepatnya satu bulan belakangan. Dia melakukan perbuatan tak senonoh sebanyak 10 kali terhadap 10 anak yang berbeda. Korban kebanyakan anak-anak sekitar tempat tinggalnya.

“Enggak ada yang nangis, soalnya saya cuma colok-colok saja, enggak masukin. Enggak saya masukin karena saya sudah tua enggak bisa ‘bangun’ (ereksi) lagi. Saya enggak ‘keluar’ juga,” papar Zul.

Kini Zul hanya bisa menyesal dan meratapi nasib di balik ruang tahanan Polsek Kebayoran Lama. Ia dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak. “Saya minta maaf, saya khilaf,” pungkasnya. (Yon)