Hari Ini, 93 Pelaku Siber Asal China Dibawa ke Jakarta

0
80
Kejahatan Siber Internasional

BERITA JAKARTA – 93 Warga Negara asal China hasil pengerbekan Mabes Polri di Komplek Perumahan Family, Surabaya, Jawa Timur, akan segera diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih mendalam terkait kejahatan Siber Internasional, Minggu (30/7/2017).

Penggerbekan yang dipimpin AKBP Susetyo Purnomo Condro dari Satgas Mabes Polri berhasil menyita handphone, perangkat internet dan laptop, juga menemukan ratusan alat kontrasepsi (kondom) yang digerebek oleh Polri dan Kepolisian China.

Kondom tersebut diduga digunakan untuk kebutuhan biologis para pelaku kejahatan siber yang ditangkap polisi.

“Kami temukan kondom juga, tidak menutup kemungkinan mereka juga melakukan itu (seks), kan kebutuhan biologis,” ungkap salah satu petugas Satgas Khusus Mabes Polri yang enggan disebut namanya di lokasi kejadian, Minggu (30/7/2017).

Sebanyak 93 pelaku kejahatan Siber Internasional yang berhasil diamankan dari empat rumah berbeda di Komplek Perumahan Graha Family itu merupakan perempuan dan sisanya laki laki. 33 orang asal China, 1 Malaysia dan sisanya dari Taiwan. Polri akan berkoordinasi dengan pihak Imigrasi terlebih dulu.

AKBP Susetyo Purnomo Condro mengatakan, pihaknya juga berkoordinasi dengan pihak Imigrasi untuk mengecek paspor serta visa yang digunakan para pelaku. “Sambil menunggu koordinasi dengan Imigrasi, kami lakukan pendataan dan identifikasi identitas para pelaku,” imbuhnya.

Diketahui, Polisi Gerebek Rumah di Pondok Indah dan Kuta Bali. Puluhan WN China diangkut Satgas Khusus Mabes Polri bersama Kepolisian China yang menggerebek 4 rumah berbeda dalam satu Komplek Perumahan Graha Family, Surabaya, Jawa Timur.

AKBP Susetyo Purnomo Condro menambahkan, dari satu rumah itu mereka bisa menghasilkan uang penipuan sebesar Rp600 juta. “Satu rumah itu hasilkan Rp600 juta. Jadi tinggal dikalikan saja,” imbuhnya.

“Selain itu Polda Metro Jaya menggeberek satu rumah di Kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, dalam kasus serupa yakni kejahatan Sibern Internasional,” pungkasnya. (Yon)