Penipuan Oleh Orang Asing Marak WNA Harus Diperketat

0
14

BERITA SEMARANG – Maraknya kasus penipuan online oleh jaringan WNA asal Tiongkok membuktikan bahwa pengawasan terhadap orang asing selama ini sangat lemah, serta adanya kelonggaran orang asing masuk Indonesia. Hal itu, dikatakan Anggota Komisi A DPRD Jateng, Sriyanto Saputro di Semarang, Senin (31/7/2017).

Politisi Partai Gerindra itu menegaskan, sejak Pemerintah menerapkan bebas visa untuk 169 Negara, arus WNA masuk ke Indonesia (termasuk Jateng-red) sangat tinggi terutama dari Tiongkok.

“Padahal banyak juga ditemukan warga asing itu sebagian hanya menjadi buruh kasar,” terang Sriyanto kepada Beritaekspres.com, Senin (31/7/2017).

Anehnya sambung Sriyanto, fakta itu justru dibantah oleh penguasa ketika banyak media mengungkap. “Bahkan Presiden sampai ikut bicara dan menganggap bahwa info tersebut dipelintir serta mengklaim WNA itu wisatawan,” ungkapnya.

Dengan terkuaknya banyak WNA Tiongkok terlibat penipuan, Sriyanto meminta agar pengawasan terhadap orang asing khususnya di Jateng diperketat.

Meski Jateng lanjutnya, sudah memiliki Tim Pora (Pengawasan Orang Asing) yang terdiri atas lintas institusi, namun kinerjanya dinilai belum maksimal. “Meski di Jateng sudah ada Tim Pora, saya menilai kinerjanya belum maksimal,” tandasnya.

Dirinya juga meminta Kesbangpol sebagai OPD di bawah Gubernur harus lebih serius dalam menjalankan tugasnya. “Terbukti dari sekian banyak WNA Tiongkok yang terlibat penipuan berada di wilayah Jateng, ini menunjukkan pengawasannya lemah,” katanya.

Sriyanto berharap agar ke depan kasus serupa tidak makin parah, dan diusulkan agar kebijakan bebas visa ditinjau ulang.

Selain kasus penipuan tambahnya, banyaknya WNA menjadi buruh kasar, kasus-kasus peyelundupan narkoba diduga juga karena memanfaatkan kebijakan bebas visa masuk Indonesia.

“Khusus untuk Jawa Tengah, dirinya mengusulkan Komisi A menggelar rapat dengar pendapat dengan Kesbangpol dan Tim Pora untuk memantau seberapa banyak orang asing yang tinggal di Provinsi ini,” pungkasnya. (Nining)

Biro Semarang