Pemanggilan Kapolri Bahas Kasus Novel Patut Diapresiasi

0
49
Kapolri Jenderal Tito Karnavian

BERITA JAKARTARencana pemanggilan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membahas penuntasan kasus teror terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan patut diapresiasi.

Dengan adanya kabar pemanggilan Kapolri ini, diharapkan penuntasan kasus Novel penyidik senior KPK itu, bisa lebih cepat terungkap secara transparan siapa aktor intelektualnya, sehingga kasus ini bisa tuntas sampai ke akar-akarnya.

Menanggapi kabar itu, Ketua Presdium Indoensia Police Watch (IPW) Neta S Pane menilai, tidak mudah untuk menuntaskan kasus Novel.

“Sebab, tidak ada saksi dan alat bukti yang konperhensif untuk mengungkap pelaku, sehingga perlu waktu yang cukup panjang untuk mengungkap kasus ini,” terangnya, Senin (31/7/2017).

Menurut Neta, dalam dunia kejahatan yang bermodus hit and run memang tidak mudah untuk mengungkap dan menangkap pelakunya.

Sama sambungnya, dengan kasus penembakan gelap yang relatif rendah keberhasilan pengungkapannya dan sangat tergantung temuan petugas Kepolisian di lapangan dan informasi yang diberikan masyarakat.

Dengan dipanggilnya Kapolri oleh Presiden lanjut Neta, diharapkan ada langkah baru untuk menuntaskan kasus ini. Namun, IPW tidak setuju jika Presiden membentuk Tim Pencari Fakta Independen untuk menuntaskan kasus Novel.

Ada empat alasan kata Neta, kenapa tidak perlu dibentuk Tim Pencari Fakta Independen. Pertama, kasus ini baru beberapa bulan ditangani Polri, sehingga Kepolisian perlu waktu untuk mengungkapkannya.

KPK pun menurut neta, perlu waktu panjang untuk mengungkap sebuah kasus korupsi. Dalam kasus dugaan korupsi di Pelindo II misalnya, sudah lebih dari setahun tidak ada tanda tanda dituntaskan KPK.

Tapi publik tetap memberikan kesempatan kepada KPK untuk menuntaskannya dan publik tidak menuntut dibentuknya Tim Pencari Fakta Independen untuk menuntaskan kasus Pelindo II tersebut.

Kedua, tim KPK juga sudah bergabung dengan Polri untuk menuntaskan kasus Novel. Ketiga, Polri sudah menambah kekuatan personel intinya untuk menuntaskan kasus Novel, selain dari Polda Metro Jaya ikut bergabung dari Polres dan Mabes Polri.

Keempat, progres penanganan kasus Novel juga cukup signifikan, seperti 50 saksi sudah diperiksa, 5 orang yang dicurigai sempat diamankan, sejumlah CCTV di radius 1 km sudah diamankan dan sketsa orang yang dicurigai sudah dibuat.

Neta mengatakan, dengan adanya hal ini terlihat bahwa Polri cukup serius untuk menuntaskan kasus ini. Hanya memang Polri perlu lebih aktif lagi mengomunikasikan progres penanganan kasus ini agar publik melihat bahwa Polri sudah bekerja serius.

Selain itu tambahnya, Novel perlu juga bersikap aktif membantu penyidik Polri untuk mengungkap kasus ini. “Semua pihak memang perlu membantu Polri dan KPK agar kasus Novel ini bisa terungkap tuntas,” pungkas Neta.

Sumber: Suara Pembaruan