Penggunaan Dana Haji Diralat, Fahri Hamzah: Hentikan Polemik

0
112
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah

BERITA JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meralat pernyataanya terkait penggunaan dana haji yang dia lontarkan beberapa waktu lalu. Lantaran masih banyak permasalahan haji yang harus diselesaikan, Wakil Ketua DPR-RI, Fahri Hamzah menyerukan agar persoalan polemik uang umat tersebut dihentikan.

“Karena Presiden Jokowi sudah meralat omongan soal penggunaan dana haji maka mari akhiri polemik itu. Dan kita mulai masukkan usulan kepada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang baru terbentuk. Ada banyak masalah dalam penyelenggaraan haji sejak hulu sampai Hilir,” tegas Fahri di Jakarta, Senin (31/7/2017).

Dia mengungkapkan, di hulu dapat terlihat fase persiapan yang tidak sempurna mulai soal manasik yang belum maksimal, terutama bagi yang baru pertama kali bepergian ke luar negeri sampai soal Usia jamaah yang terlalu tua, karena terlalu lama menabung. Di Hilir banyak masalah mulai soal penginapan, makanan dan kesehatan yang fasilitas tersedianya masih belum ideal.

“Di luar itu, Indonesia sebagai konsumen haji dan umroh terbesar di dunia harusnya tidak saja berpikir sebagai konsumen, tetapi sebagai penyelenggara,” jelas legislator dari Farksi PKS asal daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.

Oleh karenanya sambung Fahri, BPKH yang seluruh pengurusnya baru dilantik seharusnya memikirkan yang besar yang terkumpul dari jamaah haji itu untuk kepentingan perbaikan penyelenggaraan haji dan bukan untuk kepentingan lain terlebih dahulu. Jika ada sisanya, barulah nanti bisa di alokasi akan sesuai dengan ketentuan UU.

“Ada banyak yang bisa dilakukan Indonesia jika berpikir sebagai pemain dalam industri haji dan umrah. Mulai sektor jasa sampai produk dan infrastruktur haji dengan penghasilan yang menggiurkan. Itulah yang seharusnya dipikirkan sekarang,” ungkapnya.

Fahri pun menegaskan, hasil dari investasi selanjutnya tetap diarahkan untuk menyempurnakan penyelenggaraan haji di masa yang akan datang. “Sebab bagaimanapun dana itu adalah dana ibadah,” pungkasnya. (OSS)