Ngelawan Petugas, Polisi Gadungan Dikasih Bonus Timah Panas

0
65
Tersangka Polisi Gadungan

BERITA JAKARTA – Polsek Kalideres meringkus Polisi gadungan bernama Eka Supriyadi (28). Tak hanya Eka, aparat juga turut meringkus teman wanita pelaku, Fifit Ekshi Susan (28) di Kawasan Kampung Kalideres RT009/RW01, Kelurahan Kalideres, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Keduanya, terlibat kasus pemerasan dan penipuan terhadap korban Agus Gunawan dan Dianah. 

Aksi tipu-tipu Eka terbongkar setelah korban melaporkan karena curiga kepada orang yang dimintai tolong. Saat itu, keluarga Agus Gunawan dan Dianah sedang kebingungan lantaran saudaranya bernama Rouf dan Sulaiman ditangkap Polisi Polres Jakarta Barat kasus penyalahgunaan narkoba.

Tak mau keluarganya masuk penjara, kemudian kedua keluarga tersebut berusaha mencari orang yang bisa membebaskan Rouf dan Sulaiman.

Kemudian, datang pelaku Fifit menemui korban dan memberitahukan ia punya teman seorang polisi. Kepada korban, pelaku Fifit menjajikan dapat membebaskan keluarganya yang terlibat narkoba.

“Pada saat itu juga pelaku (Fifit) menghubungi pelaku (Eka) untuk datang ke rumah korban,” terang Kapolsek Kalideres, Kompol Effendi kepada Beritaekspres.com, Selasa (29/8/2017)

Setelah bertemu, pelaku Fifit memperkenalkan pelaku Eka ke korban. Pelaku Fifit mengatakan kepada korban, bahwa temannya Eka adalah seorang anggota Polisi berpangkat IPTU dan dinas di bagian narkoba Polda Metro Jaya.

“Pelaku mengaku sebagai anggota polisi yang berdinas di Polda Metro Jaya. Padahal pelaku Eka hanya lulusan SMP dan bekerja sebagai tukang ojek,” ungkapnya.

Untuk meyakinkan korban, pelaku Eka berpamitan akan pergi ke Polrestro Jakarta Barat untuk menemui penyidik yang menangani keluarga korban. Namun, pelaku ternyata pergi ke Grogol untuk mengantar temannya.

Kemudian malam harinya, pelaku kembali datang ke rumah korban dan meminta uang sebesar Rp35 juta sebagai syarat untuk mengeluarkan Rouf dan Sulaiman.

Setelah uang diterima, tersangka pergi ke rumah kos pelaku Fifit untuk menghitung uang yang didapat dari korban. Di kosan tersebut uang di bagikan kepada Fifit sebesar Rp6 juta dan sisanya di pegang oleh pelaku Eka.

Sekitar sepuluh hari kemudian, pelaku kembali datang ke R mah korban dan meminta uang sebesar Rp35 juta dengan alasan urusannya bocor dan harus nambah uang lagi.

“Dari situlah korban mulai curiga dan melapor ke Mapolsek Kalideres. Kemudian korban menghubungi pelaku dan memberitahu bahwa uang tambahan (pura pura) sudah ada. Pada saat itu juga aparat langsung meringkus pelaku,” katanya.

Effendi menuturkan, saat akan ditangkap pelaku Eka mencoba kabur, sehingga aparat memberikan tembakan ke udara tapi tidak di indahkan. Akibatnya, aparat terpaksa memberi tembakan terukur dan mengenai kaki betis kanan pelaku.

“Jadi pelaku ini tidak pernah datang ke Polres untuk mengurus atau menghubungi penyidik yang menangani kasus Rouf dan Sulaiman,” pungkasnya. (Yon)