Suntikan KB Bernanah Klinik Nurainun Diduga Lakukan Malpraktek

0
532
Salah Satu Foto Korban Dugaan Malpraktek

BERITA PERBAUNGAN – Klinik Nurainun yang berlokasi di Jalan Deli Blang Rel, Perbaungan, Sumatera Utara, diduga melakukan Malpraktek. Setidaknya lebih dari tiga warga Perbaungan menderita luka bernanah pada bagian bokongnya bekas suntikan Klinik Nurainun.

Salah satu korban Klinik Nur Ainun mengungkapkan, jika luka bekas suntikan KB yang dilakukan Nurainun tak kunjung sembuh. Bahkan kedua bokongnya kiri dan kanan bernanah dan berlobang akibat suntikan KB tersebut.

“Kemarin kami datang ke Klinik tersebut untuk suntikan KB, eh..malah sampai saat ini bokong saya berlubang bekas suntikan Nurainun,” terang SD kepada Beritaekspres.com, Selasa (29/8/2017).

Suami korban IN (25) menjelaskan, kejadian itu bermula saat istrinya melakukan suntik KB di Klinik Nurainun sekitar bulan Maret lalu. Namun sehabis disuntik bekas suntikan itu luka dan bernanah sampai saat ini.

“Sampai belobang gitu bang, bekas suntikanya. Bulan selanjutnya, istri saya suntik lagi tepat di bagian kanan bokongnya dan bernanah lagi sama kayak yang pertama,” ungkap IN.

Dikatakan IN, tidak hanya istrinya yang mengalami hal yang sama, rupanya kedua tetangganya pun juga mengalami itu. “Bukan hanya istri saya yang mengalaminya. Dua tetangga saya pun juga begitu,” katanya.

Namun sambungnya, mereka tidak mau melaporkan kejadian ini kepihak yang berwajib. “Ya..Abang  tahu lah bagaimana orang kampung. Ada rasa takut bila berurusan dengan pihak yang berwajib (Polisi),” imbuhnya.

Parahnya lagi lanjut IN, dari pihak Klinik itu tidak bertanggung jawab untuk mengobati korbannya. Dan bahkan membiarkannya begitu saja.

“Sudah pernah saya tanyakan sama Bidan Nurainun mengapa suntikannya bisa begitu. Tapi ia berkilah tak apa-apa dan kemudian memberikan obatnya tapi dibayar juga,” ucapnya kesal.

Menanggapi hal itu, Klinik Nurainun mengakui perbuatannya. “Benar pak kejadian itu. Namun saya sudah minta maaf sama korban,” terangnya ketika dikonfirmasi Beritaekspres.com melalui telepon selullernya.

Ketika ditanya soal legalitas Kliniknya itu, Nuraini mengatakan, bahwa semua dokument sudah lengkap. “izajah dan izin sudah lengkap,” tandasnya singkat.

Tanggapan lain dari seorang seorang dokter mengatakan, bahwa bidan Nurainun telah melakukan malpraktek. “Seharusnya yang di suntik itu bukan pantat, tapi tiga jari diatasnya,” jelas dokter itu yang minta namanya tidak dipublikasikan.

Kalau memang Klinik itu bisa mendapatkan izin patut juga dipertanyakan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) yang memberikan izin terhadap praktek Kliniknya. Sebab, Nurainun faktanya tidak bisa menyuntik.

“Suntik KB saja dia tidak bisa bagaimana mau mengobati orang dan ini perlu menjadikan perhatian serius kasian pasien yang ngak ngerti,” pungkasnya. (Rendy)

Biro Sumatera Utara