Walikota Bekasi Senang Dikunjungi Murid TK Manahaim Bekasi

0
63
Dr. H. Rahmat Effendi Dapat Kunjungan Murid TK

BERITA BEKASI – Sebanyak 257 Murid Taman Kanak-Kanak (TK) Mahanaim berkunjung ke Kantor Walikota Bekasi sambil berkeliling di area Pemerintah Kota Bekasi, agar anak-anak lebih mengenal Pemerintahan yang ada di Kota Bekasi serta menanamkan rasa cinta terhadap Kota Bekasi pada usia dini, Selasa (29/08/2017).

Rahmat pun, selaku Kepala Daerah, dikenal memang sangat dekat dan senang dengan anak-anak kecil yang ditemuinya di Aula Nonon Sonthanie dan menyapa serta menggendong para anak murid TK tersebut hingga berfoto bersama.

Dalam kesempatan itu, Rahmat pun menjelaskan, sejarah Kota Bekasi dan mengenalkan dinas yang mendampinginya yaitu Lia Erliany dari Kepala Bidang Diklat dari Dinas Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) dan Innayatulloah dari Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi

Dalam sambutannya, Rahmat mengatakan, selamat datang dan silahkan melihat lingkungan Kota Bekasi, Stadion Kota Bekasi yang besar, Hutan Kota dan Kantor Walikota tempat yang berfungsi mengatur Pusat Pemerintahan yang melayani 2,6 juta warga masyarakat Kota Bekasi.

Dalam kesempatan itu juga, Rahmat pun, menjelaskan, kepada orang tua dan guru yang hadir bahwa Kota Bekasi Insyaallah pada 1 september 2017 nanti semua proses pimpinan kependudukan seperti akte kelahiran, KTP nanti diantar ke rumah warga masing-masing.

Rahmat pun berpesan, kepada orang tua segera bangun wawasan kebangsaan sejak dini kepada anak-anak, bangun kedamaian rajut kebersamaan dan Jaga Persatuan dan Kesatuan.

“Tidak boleh mempertentangkan suku satu dengan suku yang lain kita semua sodara kita semua NKRI dan tidak boleh mempertentangkan keyakinan karna itu sudah diatur dengan UU dan mudah-mudahan Bekasi akan terus maju, sejahtera dan ihsan,” pesan Rahmat.

Selain itu, Walikota Bekasi juga menjelaskan kepada para murid yang berpakaian diantaranya, tentara, polisi, pilot, dokter, bahkan ada yang berpakaian Presiden, bahwa cita cita mereka sebagai penerus bangsa agar bisa terwujud, disamping dalam pengembangan intelektualnya untuk mengenal Kota Bekasi yang sudah menjadi pluralisme. (Ndoet)