Putusan Sela Hakim Kasus Bentrok Geng Motor Lanjutkan Perkara

0
64
Suasana Sidang

BERITA JAKARTA – Kasus bentrokan geng motor dengan warga Jatiwaringin, Kota Bekasi, memasuki babak baru. Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, memutuskan sidang kasus ini dilanjutkan ke pemeriksaan pokok perkara.

Majelis yang dipimpin Hakim Barry menilai dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sudah memenuhi syarat dan lengkap.

“Kepada saudara Jaksa agar menyiapkan para saksi dan bukti,” kata Hakim Barry dalam sidang yang digelar, Selasa (29/8/2017) kemarin siang.

Teguh Harianto selaku Jaksa Penuntut Umum mengatakan akan menyiapkan tiga saksi dalam sidang pekan depan. Dia mengatakan ada 15 saksi yang akan dihadirkan dalam kasus ini.

Menanggapi hal itu, Kuasa hukum terdakwa, Riesqi Rahmadiyansah, menyayangkan hasil putusan sela tersebut.

“Hakim masih menggunakan baju formalitas dalam mengambil keputusan ini,” tegas Riesqi.

Menurut dia, para terdakwa tidak ada di tempat kejadian dan tidak melakukan tindakan pembunuhan terhadap seorang anggota geng motor.

Hasil putusan sela sambung Riesqi, bukan lah akhir dari sidang. Sidang pemeriksaan saksi akan sangat menarik. Sebab dari 15 saksi, hanya satu orang yang menyatakan melihat mereka melakukan pembunuhan itu.

“Kami akan buktikan jika klien kami tak bersalah sebagaimana yang didakwakan Jaksa,” katanya.

Dijelaskannya, Sarif, saksi yang disebut melihat mereka melakukan pembunuhan itu merupakan penjual sayur keliling. Usai kejadian tawuran, Sarif tak pernah terlihat lagi berjualan seperti biasanya.

Diungkapkan Riesqi, Jaksa harus mampu menghadirkan saksi itu. “Jika tidak bisa dihadirkan kami akan keberatan. Atau kami akan meminta orang itu dianggap tidak memberikan kesaksian apapun,” tegas Riesqi.

Menurut Riesqi, para pemuda itu memang terlibat tawuran, tapi bukan pelaku pembunuhan.

“Kami akan bawa saksi dan bukti yang menunjukan jika mereka bukan pelakunya. Sampai saat ini para pelaku pembunuhan masih berkeliaran. Mereka bukan lah pelaku,” kata Riesqi.

Riesqi menambahkan, fakta ini akan terlihat dalam sidang berikutnya. “Kami akan ajukan saksi dan bukti yang menunjukkan mereka bukanlah pelakunya,” pungkas Riesqi kembali menegaskan. (CR-2)