Batu Pertama Pembangunan Solar Cell Panel di Sudan Afrika

0
93
Peletakan Batu Pertama

BERITA DARFUR – Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Indobatt 03 melaksanakan peletakan batu pertama Quick Impact Projets (QIPs) Pembangunan 20 Unit Solar Cell Panel yang dikerjakan Tim Zeni Satgas, bertempat di El Geneina, Sudan, Afrika, Selasa (12/9/2017) kemarin.

Peletakan batu pertama itu, dilaksanakan Dansatgas Letkol Inf Syamsul Alam, Head of Office, Mr. Omar Khane dan Commissioner El Geniena Town Mr. Muhammad Abdurahman yang dihadiri Pejabat lokal setempat El Geneina,Unamid Police, Unamid Team Leader Civil Affairs Mr. Rommel Dela Rosa dan Staf Unamid lainnya.

Dalam kesempatan itu, Commissioner El Geniena Town Mr. Muhammad Abdurahman sangat mengapresiasi proyek ini khususnya kepada Indobatt-03 sebagai pelaksana pengerjaan pembangunan solar cell panel yang pimpin Letkol Inf Syamsul Alam sebagai Dansatgas. 

Quick Impact Projets pembanguan 20 unit solar cell panel ini diharapkan dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu bulan sehingga segera dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat setempat khususnya wilayah El Geneina,” ujarnya.

Kegiatan acara peletakan batu pertama (Groundbreking) diawali dengan Do’a sekaligus secara simbolis dilaksanakan pembangunan solar cell panel. Selanjutnya, melaksanakan pengukuran tanah, penggalian lubang dan pendirian tiang pangcang yang dipimpin oleh Lettu Inf Agus Fauzi.

Pengertian dari solar cell panel adalah alat yang dapat merubah sinar matahari menjadi tenaga listrik melalui aliran electron yang terdapat dalam solar cell. Hasil dari aliran tersebut akan dikonversikan menjadi listrik arus DC.

Selanjutnya listrik arus DC ini dapat digunakan untuk berbagai macam aplikasi atau bisa dirubah terlebih dahulu ke listrik arus AC dengan alat inverter. Komponen yang dibutuhkan untuk membuat surya panel diantaranya Panel Surya (Solar Cell),module/ PV, Solar Charge Controler, Battery/Accu dan Inverter DC to AC.

Secara garis besar kelebihan solar cell dibandingkan tenaga listrik biasa diantaranya dapat menghemat biaya listrik dan masa pakai jangka panjang, menurunkan emisi atau ketergantungan pada listrik, membantu mengurangi pemanasan global dan mudah dipasang dan digunakan. (CR-7)