Apa Kabar Dugaan Kasus Penggelapan Tanah Seret Sandiaga Uno

0
218
Sandiaga Uno

BERITA JAKARTA – Sempat heboh kasus dugaan penipuan dan penggelapan sebidang tanah yang berlokasi di Jalan Curug Raya, Tangerang, yang menyeret Andreas Tjahyadi dan Sandiaga Uno seperti tenggelam. Terlabih lagi, usai pelaksanaan pesta demokrasi Pilkada DKI Jakarta beberapa bulan lalu.

Sebelumnya, Fransiska Kumalawati Susilo, kuasa pelapor Djoni Hidajat mengatakan, pihaknya sudah melaporkan kasus tersebut ke Mapolda Metro Jaya (PMJ) berdasarkan surat laporan polisi bernomor: LP/1151/III/2017/PMJ/Dit. Reskrimum, Rabu 8 Maret 2017 lalu.

“Saya selaku kuasa pelapor ingin mempertanyakan progres kasus yang dilaporkan oleh kerabat saya,” terang Fransiska ketika ditemui di Kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (22/9/2017) kemarin. 

Fransiska menjelaskan, pekan lalu pihaknya, sudah menyambangi kantor Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk mempertanyakan perkembangan kasus laporannya.

Dalam pertemuan itu, Fransiska mengaku, diberikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP).

Dalam surat SP2HP polisi itu, Fransiska menjelaskan, penyidik sudah memeriksa sebanyak 17 saksi yang mengetahui kasus tersebut. Tak hanya itu, penyidik juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap pihak terlapor.

Dalam penyidikan lanjut Fransiska, Kepolisian juga sudah melakukan pemblokiran rekening dan advice deposito atas nama Andreas Tjahjadi di Bank Danamon Cabang Pondok Indah Mall.

Tak hanya itu, Fransiska kembali mengatakan, bahwa penyidik juga telah melakukan gelar perkara ke dua pada 30 Agustus 2017 lalu.

Fransiska menyebut, dalam hasil gelar perkara itu, Andreas disebut telah memenuhi unsur berdasar kecukupan alat bukti melakukan penggelapan dan tindak pidana pencucian uang seperti diatur dalam Pasal 372 KUHP dan Pasal 3, 4, 5, UU No. 8 Tahun 2010.

“Penjelasannya dari penyidik seperti itu. Dalam pertemuan itu, saya diberikan surat SP2HP. Intinya saya ingin tahu progres setelah ada SP2HP bagaimana langkah polisi selanjutnya,” jelas Fransiska.

Diketahui, dalam kasus ini, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya pernah memeriksa Sandiaga Uno pada, Jumat (31/3/2017) lalu.

Sebelumnya juga Fransiska mengatakan, kerabatnya tersebut telah menitipkan sebidang tanah ke Sandi dan Andreas di bawah perusahaan PT. Japirex.

Fransiska mengaku telah mencoba menjalin komunikasi dengan Sandi dan Andreas, namun tidak pernah menemukan titik terang. (Yon)