Ketua Komis A DPRD Jateng: Pancasila Harus Dirawat Kesaktiannya

0
9
Dialog Prime Topic Sindo Trijaya 'Merawat Kesaktian Pancasila'

BERITA SEMARANG – Ketua Komisi A DPRD Jawa Tengah, Masruhan Samsurie menyampaikan, Pancasila di jaman global sekarang ini tantangannya sangatlah berat, apalagi adanya pergeseran nilai-nilai budaya di Indonesia yang sedang terjadi. Namun tidak  ada pilihan lain karena kita sudah sepakat bahwa Pancasila harus dirawat kesaktiannya.

“Persoalannya hanya bagaimana cara merawatnya. Pada jaman orde baru dulu semua dipaksa mengikuti penataran. Bahkan piagam penataran dijadikan syarat untuk menjadi PNS, naik jabatan dan lainnya,” ujar Masruhan usai Dialog Prime Topic Sindo Trijaya dengan tema ‘Merawat Kesaktian Pancasila’ yang digelar di Lobi Fakultas Syariah dan Hukum Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Senin (25/9/2017).

Namun menurutnya pada masa sekarang hal tersebut sudah tidak pas lagi. Maka cara terbaik adalah dengan melakukan pendekatan-pendekatan secara ideologis kepada anak muda, dengan ngobrol, dan kita buka lagi sejarah secara terbuka.

“Namun, apabila ada anak-anak muda yang ingin menghidupkan lagi PKI, jangan anggap mereka sebagai musuh. Bisa jadi mereka tidak tau. Kita harus dekati, kita ajak mereka bicara,” kata Masruhan.

Menurut Masruhan, mereka (yang ingin menghidupkan PKI) sebetulnya tidak banyak. Mereka hanya segelintir, namun dengan adanya medsos yang sedemikian liar hingga akhirnya informasi tersebut tersebar luas.

“Mereka hanya segelintir namun cukup atraktif. Maka akan lebih baik lagi jika para ormas melakukan pendekatan, melakukan dialog dengan baik, dan Pemerintah memfasilitasinya,” jelasnya.

Sementara Kepala Bidang Ideologi dan Kewaspadaan Kesbangpol Jateng, Budiyanto mengajak kepada generasi muda untuk selalu menghayati nilai-nilai Pancasila. Karena Pancasila digali dari jiwa bangsa, kepribadian bangsa, perilaku bangsa dan digali dari rahim budaya bangsa.

“Mari kita amalkan, kita pedomani, kita jadikan tuntutan untuk hidup di keseharian kita sebagai anak bangsa,” ujarnya.

Budiyanto katakan, sebagai warga Negara yang yakin adanya Tuhan, jangan sampai meninggalkan ibadah. Kita harus membangun hubungan baik dengan sesama, tolong menolong,  musyawarah mufakat, ono rembug dirembug.

“Sebenarnya sederhana saja, kita tidak hanya bahagia sebagai bangsa kita, tetapi juga bahagia hidup dengan bangsa-bangsa lain,” tandasnya. (Nining)

Biro Semarang