Di Kota Bekasi Disinyalir Marak Bisnis Perhotelan Ilegal

0
287
Centre Poin Bekasi

BERITA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi kecolongan dengan keberadaan usaha perhotelan yang beroperasi di rumah susun Apartemen Centre Point yang letaknya tidak jauh dari pusat kantor Pemerintahan setempat, Rabu (27/9/2017). 

Dari penelusuran Beritaekspres.com, beberapa hotel yang beroperasi di Apartemen Centre Point itu diduga tidak mengantongi izin usaha meski kerap muncul ditayangan iklan pada konten jejaring media sosial.

Di Apartemen Centre Point sendiri terdapat beberapa layanan jasa penginapan setara hotel itu yakni seperti My Room, Fastroom, Marzeta, Raja Kamar, My Room, Kenzi Pratama dan Distrik One, 29 Tunai, Rosani dan The Cepeh Rental Apartemen, Citi room dan Dahlia Apartemen.

Meski demikian, Pemerintah setempat dalam hal ini Dinas Pariwisata Kota Bekasi mengakui bahwa kesemua usaha layanan penyedia kamar bertaraf hotel itu dipastikan belum mengantongi izin pariwisata atau biasa disebut Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP).

Artinya, jenis usaha yang masuk ketegori usaha wajib pajak pun luput dari kewajibannya membayar reribusi pajak daerah yang seharusnya disetorkan kepada Pemerintah setempat.

Bahkan bila semuanya kedapatan tidak berizin, diduga semua jenis usaha pariwisata tersebut telah melanggar Peraturan Menteri Pariwisata RI Nomor 18 Tahun 2016 tentang pendaftaran usaha pariwisata yang didalamnya termasuk Hotel dan Usaha Apartemen service.

“Mereka semua belum berizin, kita sudah panggil 1 x minggu lalu, Kamis lusa kita akan panggil lagi,” kata Zarkasih, Kapala Dinas Pariwisata Kota Bekasi, melalui pesan singkatnya. (Indra)