Dirugikan, Pengusaha Tambang Minta Luruskan Pemberitaan Dirinya

0
224
Naldy Nazar Haroen

BERITA JAKARTA – Direktur Utama PT. Ena Sarana Energi (ESE), Naldy Nazar Haroen menegaskan, kasus dugaan penipuan yang dilaporkan Haryono Eddyarto pada 30 Mei 2014 di Polda Metro Jaya sudah diputus Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan sejak Juni 2017. Dalam putusan Majelis hakim itu, Nahly tidak terbukti melakukan tindak pidana.

Pernyataan ini disampaikannya untuk meluruskan pemberitaan yang dimuat di salah satu media online. “Pemberitaan di media Hariandialog.com itu tidak berdasarkan pada kronologi kejadian dan permasalahan yang sebenarnya,” ujar Naldy dalam keterangan tertulisnya kepada Beritaekspres.com, Selasa (10/10/2017).

Naldy mengaku, keberatan dengan apa yang disajikan Hariandialog.com, karena hanya berasal dari satu pihak saja. Di samping itu media tak memuat kelanjutan dan perkembangan kasus hal inilah yang dinilai Nahly merugikan dirinya.

Naldy sendiri mengaku, baru menyadari adanya berita berjudul “Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Tak Lakukan Penahanan kepada H. Nahly” itu berita beberapa waktu lalu, setelah dikabari salah satu kerabatnya.

“Orang kalau baca berita itu tanpa tahu kelanjutannya, pasti berpikir negatif terhadap saya. Ini nggak bagus kalau di dunia bisnis,” kata dia.

Oleh karena itu tambahnya, dirinya berencana akan memproses hukum apabila tidak ada niatan baik dari yang bersangkutan. Sebab, selain merasa dirugikan, ia mengklaim dalam perselisihan dengan Haryono justru dirinyalah yang dicurangi.

“Justru sebenarnya saya yang dirugikan. Saya sudah mengeluarkan Rp13,5 miliar untuk perluasan area lahan dari 6 hektar menjadi 23 hektar dan pembukaan jalur, saat dia berjanji membeli lahan tambang saya. Tapi akhirnya kan tak dipenuhi,” pungkasnya. (Yon)