Fahri Hamzah: Wapres Enak Aja Ngomong Tak Perlu Densus Tipikor

0
10
Fahri Hamzah

BERITA JAKARTA – Wakil Ketua DPR-RI Fahri Hamzah mempertanyakan sikap Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) soal wacana pembentukan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor) Polri. Fahri merasa, sikap Wapres itu berbeda dengan sikap Istana yang dinilainya tidak profesional.

Terlebih lagi sambung Fahri, Presiden Joko Widodo belum sekalipun memanggil Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan Jaksa Agung HM Prasetyo untuk membicarakan wacana Densus Tipikor.

“Saya enggak ngerti. Kayaknya Presiden dan Wapres punya kantor masing-masing dan ngomong masing-masing. Padahal seharusnya mereka itu kantornya cuma satu, Istana. Presidensialisme itu ya Presiden, jangan ada yang lain,” terang Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/10/2017).

Semestinya kata Fahri, pemerintah mengeluarkan pernyataan resmi terkait rencana pembentukan Densus Tipikor dengan didahului rapat Kabinet bersama Kapolri dan Jaksa Agung.

Dikatakan Fahri, DPR melalui Komisi III serius memberi masukan kepada Polri untuk mengorganisasi ulang strukturnya agar bisa optimal dalam memberantas korupsi. Oleh karena itu pemerintah diminta menyikapinya serius.

Fahri pun menegaskan, tugas utama pemberantasan korupsi ada di lembaga penegak hukum inti, seperti Polri dan Kejaksaan.

“Kita mikirnya siang malem rapat sampe subuh, Presiden dan orangnya nanggepin kayak omongan pinggir jalan aja. Enggak profesional gitu lho. Enggak paham kita bahwa kita itu mikirnya serius. Dia (JK) seenaknya aja ngomong,” sindirnya.

Sebelumnya, Wapres Jusuf Kalla menilai, Polri tidak perlu membentuk Densus Tipikor karea cukup memaksimalkan kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian dan Kejaksaan dalam pemberantasan korupsi.

“Jadi cukup biar KPK dulu, toh sebenarnya polisi, Kejaksaan juga masih bisa menjalankan tugas. Tidak berarti perlu ada tim baru untuk melakukan itu, tim yang ada sekarang juga bisa. Difokuskan dulu KPK dan KPK dibantu sambil bekerja secara baik,” tandas Wapres dilansir Antara.

Polri tengah membentuk Densus Tipikor. Menurut Kapolri Jenderal Tito Karnavian, butuh anggaran sekitar Rp 2,6 triliun untuk membentuk Densus Tipikor.

Tito merinci, anggaran tersebut termasuk untuk belanja pegawai 3.560 personel sekitar Rp786 miliar, belanja barang sekitar Rp359 miliar dan belanja modal Rp1,55 triliun. (CR-1)

Sumber: Kompas