Aksi One Man Show Jokowi Direspon Legislator PDIP

0
75
Effendi Simbolon dan Fadli Zon

BERITA JAKARTA – Dalam menjalankan pemerintahannya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai one show alias tampil tak menyertakan pembantu di kabinetnya. Di lain pihak, aksi Jokowi ini dianggap wajar dikarenakan menteri di Pemerintahan Jokowi-JK ada yang jadi ‘penghianat’.

Hal itu mengemuka dalam Dialektika Demokrasi bertema “3 Tahun Jokowi-JK” di Media Center Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (20/10/2017).

Hadir sebagai pembicara diskusi tersebut diantaranya, Wakil Ketua DPR-RI, Fadli Zon dan anggota Komisi I DPR-RI, Effendy Simbolon.

Fadli yang merupakan Wakil Rakyat dari Fraksi Gerindra DPR, menegaskan, model leadershift one man show Jokowi sangat membahayakan keberlangsungan sebuah demokrasi, yang membutuhkan dukungan dari para menteri dan Kepala Daerah untuk pembangunan nasional.

“Presiden Jokowi dalam setiap kunjungan selalu berperan sebagai profesi bersangkutan. Mulai menjadi seolah-olah kepala proyek saat mengunjungi proyek infrastruktur atau Menteri Kesehatan sewaktu membagi-bagikan Kartu Indonesia Sehat (KIS) atau Mendikbud ketika membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP),” ujarnya.

Merespon penilaian Fadli, legislator asal Fraksi PDIP DPR, Effendi Simbolon mengungkapkan, perilaku one show Jokowi akibat adanya ‘penghianatan’ dari sejumlah pembantunya (menteri) yang berasal dari partai politik (Parpol) selama dua tahun pertama selama berkuasa.

“Setiap menteri memberikan bantuan dari alokasi APBN itu selalau diakui sebagai bantuan dari Parpol. Ini kan nggak bener, bolehlah disebut penghianatan,” tandasnya.

Effendi pun menyerukan agar Presiden Jokowi untuk mengambil alih kewenangan menteri saat membagi-bagikan alokasi APBN. (OSS)