Cintai Lingkungan, Walikota Bekasi Tutup Acara Jambore Adiwiyata

0
213
Dr. H. Rahmat Effendi

BERITA BEKASI – Walikota Bekasi Rahmat Effendi tutup acara Jambore Adiwiyata di Sekolah Nasional Satu didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Bekasi, Jumhana Luthfi dan Pemilik Yayasan Sekolah Nasional Satu, Zulfia Susilawaty sekaligus pemberian penghargaan untuk beberapa siswa dan sekolah yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Acara itu, berlangsung selama dua hari yakni, Sabtu-Minggu yang diikuti peserta dari siswa dan siswi SMA/SMK di Kota Bekasi dalam kegiatan “Jambore Adiwiyata” guna mengingkatkan pemahaman tentang lingkungan hidup.

Menurut Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Sugiono mengatakan, Jambore Adiwiyata ini merupakan gerakan peduli lingkungan berskala nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dari ratusan Kota/Kabupaten di Indonesia.

Sekitar 100 siswa dari 30 SMA/SMK di Kota Bekasi yang diikutsertakan mereka diajarkan untuk peduli terhadap lingkungan seperti mengolah sampah menjadi pupuk kompos, mendaur sampah menjadi produk jual dan sebagainya yang nantinya sebagai ajang silaturahmi sekaligus tukar pengalaman dalam penerapan dan pengembangan program Adiwiyata.

Ditambahkan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumhana Luthfi mengatakan, kegiatan ini sekaligus meningkatkan pemahaman kader lingkungan hidup dari tingkat SMA/SMK.

Kedepan sambung Lutfi, pihaknya akan memberi pelatihan serupa untuk tingkat pelajar SMP sampai SMA untuk melibatkan partisipasi masyarakat atau dunia pendidikan secara aktif. Apalagi pehamaman siswa tingkat SMA/SMK lebih dalam dari pelajar lain.

Dalam sambutannya, Rahmat menyampaikan, kesadaran pola pikir warga yang harus diterapkan di kehidupan sehari-sehari, seperti budaya untuk membuang sampah yang timbul dari kesadaran. Yang harus di takuti adalah sistem, bukan karena ada orang ini, ada pejabat ini, harus terbiasa dan terpola.

Hal itu kata Rahmat, bisa dilihat diluar negeri, seperti contoh jika di film hollywood seseorang pemeran jika menaiki kendaraan bermobil pastilah yang pertama menggunakan safety belt, sebagai keselamatan yang paling utama, begitu juga dengan budaya membuang sampah.

Di negara Jepang lanjut Rahmat, tidak ada sama sekali sampah yang tercecer di pinggir jalan, mereka takut akan sistem pelanggaran dan budaya malu. Oleh karena itu, dari mulai hal kecil harus di prioritas menjaga kebersihan dengan buang sampah pada tempatnya. “Jika memang tidak ada tempat sampah benda kecil bisa di kantongi terlebih dahulu,” katanya.

Semua peran tambah Rahmat, dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi telah berupaya untuk mengurangi tertib pelanggaran dari buang sampah sembarangan yang telah diterapkan ditiap Kecamatan dan Kelurahan dengan adanya sidak pelaku buang sampah. “Hal ini semata untuk meningkatkan budaya bersih di Kota Bekasi dan bisa mencapai penghargaan Adipura di Kota Bekasi,” pungkasnya. (Ndoet)