Ngeluh di Medsos, Walikota Bekasi Lansung Antar e-KTP dan Kartu Sehat

0
330
Dr. H. Rahmat Effendi

BERITA BEKASI – Mendapatkan keluhan dari warganya melalui media sosial mengenai proses pencetakan e-KTP dan Kartu Sehat Berbasis NIK yang telah diajukannya belum jadi, Walikota Bekasi Rahmat Effendi langsung mendatangi ke kediaman Amad di RT03/RW17, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Sabtu (21/10/2017) kemarin.

Rahmat pun, mendapat pendampingan dari Lurah Jatimekar, H. Ghofur dan segenap warga yang ikut serta bersama Walikota Bekasi untuk menanggapi keluhan warganya, Amad bapak dari 6 orang anak yang telah mengajukan pembuatan e-KTP atas nama Ibu Fanny (istri dari Bapak Amad) yang sudah hampir 3 bulan belum jadi.

Kedatangan Rahmat, bukan hanya mempertanyakan keluhan, tapi membawa dan mengantarkan langsung e-KTP berikut Kartu Sehat Berbasis NIK milik keluarga Amad yang sempat dikeluhkannya di media sosial. Alhasil, keluarga Amad pun kaget dan berterima kasih atas kepedulian Walikota yang secara tiba tiba mengantarkan harapannya untuk mendapat jaminan kesehatan sebagai warga Kota Bekasi.

Dalam kesempatan itu, Amad pun sempat meminta maaf kepada Rahmat atas laporannya yang hanya melalui media sosial yang menurutnya kurang sopan. “Maafkan saya Pak Wali kalau saya menyampaikan keluhan melalui media sosial,” ucap Amad sambil tersenyum haru.

Rahmat pun menanggapi bahwa laporan itu wajar dan jangan permasalahan melalui apapun laporan pasti akan di sanggah, karena itu merupakan keluhan warga Kota Bekasi yang harus kita layani sebagai Kepala Daerah.

Rahmat pun menegaskan kepada Lurah setempat agar langsung terjun ke wilayah tidak hanya duduk di kantor, tanda tangan surat, kurangi hal seperti itu, terjun ke lapangan akan dinilai baik oleh warga. “Lurah juga jangan hanya duduk dikantor, tapi pantau juga warganya,” tegas Rahmat mengingatkan.

Amad yang berprofesi sebagai ojek online sangat berterima kasih untuk pelayanan dari Walikota Bekasi kepada warganya. “Kartu Sehat Berbasis NIK akan menambah program kesehatannya untuk para ibu hamil yang nanti nya akan melahirkan ditaggung Pemerintah Kota Bekasi yang akan berlaku pada 2018 nanti di bidan-bidan yang ada di Kota Bekasi,” pungkas Rahmat. (NDI)