Pelapor Punya Bukti Kuat Keterlibatan Sandiaga Uno

0
401
Fransiska

BERITA JAKARTA – Fransiska Kumalawati Susilo, kuasa pelapor Djoni Hidajat, membantah jika keterlibatan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dalam kasus dugaan penggelapan tanah di Jalan Raya Curug, Tangerang Selatan, Banten, masih minim bukti.

Sebab rekan bisnis Sandiaga, Andreas Tjahjadi, hanya bisa membuat sebuah kebijakan perusahaan seperti menjual tanah yang menjadi aset, hanya apabila mendapat persetujuan dari Sandiaga selaku Komisaris Utama PT. Japirex.

Sandiaga dan Andreas sebelumnya dilaporkan Djoni Hidajat karena disinyalir melakukan penggelapan ketika menjual sebidang tanah di Jalan Raya Curug, Tangerang Selatan, Banten melalui perusahaan yang dipimpin, PT Japirex.

Kerugian akibat peristiwa yang berlangsung pada 2012 silam ini, mencapai Rp12 miliar. Jumlah ini di luar perhitungan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah pada masa sekarang yang diperkirakan pelapor mencapai Rp51 miliar.

“Sandi punya saham 40 persen, Andreas 60 persen. Segala kebijakan perusahaan itu, termasuk jual tanah yang di┬áCurug, enggak bisa berjalan kalau cuma satu orang saja yang tanda tangan,” katanya.

Fransiska mengaku memiliki dokumen jual-beli tanah yang lengkap dengan tanda tangan Sandiaga dan Andreas. Surat yang menjadi barang bukti tersebut, telah diserahkan ke penyidik.

“Saya ada kok dokumen jual-belinya, lengkap ada tanda tangan dua-duanya. Itu sudah diserahkan ke polisi juga kan,” kata dia.

Lebih lanjut, Fransiska mengomentari dugaan adanya pertemuan Sandiaga dengan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan melalui Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto untuk meminta bantuan penyelesaian kasus hukum yang menjeratnya. Ia menilai hal itu sebagai tindakan yang kurang jantan.

“Kenapa mesti pengecut gitu ya? Sampai ngadu-ngadu ke pejabat tinggi negara. Saya ini rakyat loh, perempuan, janda pula. Dan dia kepala daerah. Saya juga tanpa pengacara loh menghadapi kasus ini,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pihaknya belum menjadwalkan pemanggilan Sandiaga. Argo membantah jika pemeriksaan belum dilakukan lantaran status pria tersebut yang kini menjabat Wakil Gubernur DKI.

Menurut Argo penyidik akan tetap profesional, serta bakal memeriksa Sandiaga apabila diperlukan. Polisi saat ini masih fokus menyidik Andreas.

“Sampai saat ini memang tidak ada hubungannya, kalau ada hubungannya tentu kita panggil. Ya kalau misalkan tidak terbukti, masa kita paksakan,” ujarnya.

Selain itu, Argo membantah jika pemeriksaan belum dilakukan lantaran adanya informasi yang beredar, jika Sandiaga meminta bantuan Luhut untuk menyelesaikan perkara hukum yang menjeratnya. Argo mengaku tak mengetahui informasi pertemuan tersebut.

“Saya tidak monitor (informasi pertemuan itu). Kalau pemanggilan (Sandiaga) belum diagendakan ya (mau) gimana?,” pungkasnya. (Yon)