Wahyu: ‘Berani Bersatu’ Kobarkan Semangat Sumpah Pemuda

0
129
Ketua PC Satria Kota Semarang, Wahyu Puji Widodo, SH

BERITA SEMARANG – Lamun huwus kalah nusantara, isun amukti palapa (aku tidak akan makan buah palapa sebelum daerah di seluruh nusantara dipersatukan di bawah kekuasaan Majapahit).

Begitulah Sumpah Palapa yang diucapkan Gajah Mada, seperti yang dilontarkan Ketua PC Satria Kota Semarang, Wahyu Puji Widodo dalam menyambut Hari Sumpah Pemuda 2017.

“Sumpah Palapa telah menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan seluruh elemen bangsa di nusantara yang telah merasuk di rumusan Sumpah Pemuda. Hampir seluruh isi Sumpah Palapa bermakna sama, yakni persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Wahyu kepada Beritaekspres.com di Semarang, Jumat (27/10/2017).

Menurutnya, semangat Gajah Mada dalam mempersatukan seluruh nusantara telah merasuki jiwa para pemuda di era 1928.

Wahyu, mewakili pemuda-pemudi Kota Semarang melalui Ormas SATRIA mempunyai semangat yang berapi-api dalam menumbuhkan rasa persatuan dan kebangsaan lewat Sumpah Pemuda ‘Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia’.

“Makna dari Sumpah Pemuda hampir sama dengan apa yang telah dikumandangkan Gajah Mada pada Sumpah Palapanya sewaktu menyatukan seluruh nusantara di bawah Kerajaan Majapahit,” kata Wahyu.

Selain menjaga marwah dan mencapai cita-cita bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, juga memberikan kontribusi dalam pengkaderan bagi kaum muda.

Terkait pengkaderan, Wahyu menyatakan bahwa kurikulum pengkaderan dan pembekalan anggota PC Satria Kota Semarang akan semakin dikedepankan guna meningkatkan kemampuan kader-kader muda di Kota Semarang untuk berkiprah masuk panggung politik di Pilkada Serentak 2018, Pileg dan Pilpres 2019.

Dengan semangat ‘Berani Bersatu’ seperti tema ke 89 Sumpah Pemuda tahun 2017 ini, Wahyu mempunyai keyakinan bahwa PC Satria Kota Semarang mampu bersatu dengan Ormas dan organisasi kepemudaan. Dan dalam rasa suka dan bangga, menurutnya pemuda Indonesia semakin optimis mampu mengembalikan Indonesia menjadi ‘Macan Asia’.

“Sumpah Palapa adalah menjadi bukti kekuatan pemuda sebelum kemerdekaan. Hal serupa dilakukan para pemuda jauh sebelum Indonesia merdeka, yang mana pemuda-pemudi Indonesia mampu bersatu dalam perbedaan dengan semangat yang sama guna memerdekakan Indonesia,” tuturnya.

Namun, kini jaman sudah berbeda, dimana pemuda-pemudi dituntut untuk bersatu dalam mengisi kemerdekaan dengan pengetahuan, keahlian dan perbuatan.

“Waktunya kaum muda mengambil alih kekuasaan guna menyelamatkan Indonesia dari kaum-kaum yang akan membahayakan kedaulatan NKRI. Maju terus pemuda Indonesia, kita bersama berjuang untuk Indonesia Raya,” tandas Wahyu. (Nining)

Biro Semarang