Mengandung Narkoba, Polisi Amankan Puluhan Liquid Vape Dari Belanda

0
44

BERITA JAKARTA – Tim Direktorat Tindak Pidana (Dittipid) Narkoba Bareskrim Polri bersama Bea dan Cukai berhasil mengungkap pembuatan tembakau dan liquid vape yang mengandung narkotika. Puluhan liquid atau cairaxn untuk rokok elektronik (vape) yang berasal dari Shanghai dan Belanda dengan merek Dvtch Amsterdam mengandung narkoba jenis canabinoid. 

“Ini berasal dari Belanda dan di Belanda ini sesuatu yang tidak dilarang. Tapi begitu masuk ke Indonesia hasil dari lab ini mengandung Cannabinoid,” terang Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol John Turman Panjaitan, Rabu (1/11/2017).

Sebelumnya, pihaknya berhasil menangkap empat tersangka yakni, SS (28), ASD (27), VAZ (22) dan AF (22) dibeberapa wilayah Jakarta. Dari pengakuan tersangka, serbuk narkotika tersebut merupakan bahan baku yang diimpor dari Shanghai ke Indonesia. 

Kemudian tim melakukan penangkapan terhadap tersangka SS yang bertindak sebagai penerima 300 gram serbuk putih mengandung narkoba yang kemudian SS diketahui diminta untuk mengantarkan paket tersebut ke tersangka ASD.

“Dari tersangka VAZ polisi menyita 1.094 gram serbuk coklat yang diduga mengandung narkoba. Dan juga menangkap tersangka AF berhasil  menyita 550 gram tembakau dan peralatan untuk memproduksi tembakau narkotika,” ujar Jhon.

Kemudian tersangka lainnya berinisial MCW (20) dan VYG (22). Dari tangan tersangka, polisi menemukan 96 gram serbuk narkotika dan 218 gram tembakau narkotika. Masing-masing pelaku ditangkap di dua kota berbeda yakni Jakarta dan Bandung.

“Kami meringkus satu tersangka MJN (19) di Kawasan Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Jawa Barat. Dan ditemukan 10 mililiter liquid vape narkotika dan alat hisap vape,” papar Jhon.

Selanjutnya, jajarannya pun berhasil meringkus satu tersangka lainnya berinisial MGL (40). Dari tangan MGL, tim menyita 4.140 mililiter Liquid Dvtch Amsterdam dengan berbagai rasa.

“Ketika diinterigasi, MGL mengakui berperan sebagai perantara jual beli liquid vape dari temannya bernama D yang bekerja di Belanda,” ungkap John.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melanjutkan pencarian kepada tersangka D. Diketahui, tersangka D memiliki peran sebagai sales dan marketing di toko Hardcorevapers di Belanda.

Menurutnya, peredaran liquid diduga mengandung narkoba tersebut masih dijual secara online. John pun mengaku timnya akan terus melakukan pengawasan terhadap toko-toko vape yang menjual liquid narkoba itu.

“Begini jadi hak untuk menjual liqud atau vape itu tidak dilarang. Tapi kalau ada informasi  kita sikat,” tegas John.

Atas perbuatannya, delapan tersangka dikenakan Pasal 114 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 1 subsidair Pasal 113 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 1 lebih subsidair pasal 112 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 1 UURI Nomor 35 tahun 2009 Tentang Narkotika. 

“Mereka terancam hukuman pidana minimal 20 tahun maksimal pidana seumur hidup,” pungkasnya. (Yon)