Soal Spanduk Provokasi, Ketua Panwaslu: Itu Masih Ranah Perda Kota Bekasi

0
69
Novita Ulya Hastuti

BERITA BEKASI – Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bekasi, Novita Ulya Hastuti mengatakan, pampangan spanduk di Jalan Protokol Ahmad Yani Kota Bekasi yang sempat menghebohkan masyarakat pengguna jalan dan masyarakat pengguna media sosial (medsos) yang berisikan ujaran kebencian terhadap Walikota Bekasi belum masuk ke ranah kewenangan Panwaslu Kota Bekasi.

“Soal spanduk itu, belum masuk ke ranah kewenangan Panwaslu Kota Bekasi dan masih dalam ranah Peraturan Daerah Kota Bekasi,” terang Novita ketika dihubungi Beritaekspres.com, melalui telepon selullernya, Kamis (16/11/2017).

Sebab, sambung Novita, kejadiannya belum masuk ke tahapan kampanye. Dan hari ini, Kordinator Devisi Penindakan segera akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP Kota Bekasi,” kata Novita yang tengah menghadiri acara Raker dari Bawaslu Provinsi di Bandung hari ini.

Dikatakan Novita, di dalam spanduk yang sempat menghebohkan itu tidak menerangkan nama yang bertanggung jawab dalam penulisan dan pemasangan. “Tahapan Pilkada juga baru tanggal 16 di launchingkan oleh KPU,” jelasnya.

Namun demikian lanjut Novita, bukan berarti Panwaslu Kota Bekasi tidak menanggapi hal itu, tapi terus melakukan upaya – upaya koordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sebagai penegak Peraturan Daerah (Perda) Kota Bekasi.

“Intinya semua pihak harus menjaga kondusifitas menjelang penyelenggaraan Pilwalkot Kota Bekasi dengan mengedepankan kedewasaan dan pendidikan politik yang mencerdaskan khususnya bagi warga masyarakat Kota Bekasi,” imbuhnya.

Sehingga tambah Novita, politik bisa menjadi arena yang nyaman dan mengokohkan persatuan antar warga Kota Bekasi. Dan semua pihak yang akan bertarung di Pilwakot mendatang diharapkan bisa berkompetisi secara sehat dan sesuai regulasi.

“Panwaslu Kota Bekasi yang pasti menghimbau kepada seluruh masyarakat supaya tidak terpengaruh ujaran – ujaran kebencian tersebut,” pungkasnya. (Indra)