2017, Kemenkum dan HAM Jateng Lakukan Pendeportasian 138 WNA

0
83
Press Conference Divisi Keimigrasian Kemenkum dan HAM Jateng

BERITA SEMARANG – Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkum dan HAM Jateng, Ramli HS menyatakan selama 2017 pihaknya telah menerbitkan paspor sebanyak 235.213 permohonan.

Hal itu disampaikannya saat gelar Press Conference di Kanwil Kemenkum dan HAM Jateng tentang capaian kinerja 2017 Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkum dan HAM Jateng, Rabu (20/12/2017).

Menurut Ramli, angka tersebut mengalami peningkatan 0,05 persen bila dibandingkan tahun 2016 yang hanya 223.858 permohonan.

“Dalam meningkatkan pelayanan publik, kami telah melakukan beberapa inovasi yang menyangkut pelayanan penerbitan dokumen perjalanan dan penerbitan perizinan keimigrasian seperti penerapan one stop service dalam penerbitan paspor, sistem pembayaran paspor melalui perbankan, dan pendaftaran paspor secara online,” ungkap Ramli.

Ramli mengaku bahwa permohonan pembuatan paspor banyak sekali, hingga para pemohon rela datang mengantri sejak pagi sekali sebelum kantor dibuka.“Untuk itu Imigrasi membuat inovasi dan pendaftaran melalui online,” ujar Ramli.

Dikatakannya, dalam menyambut HUT Imigrasi, pihaknya akan memberikan pelayanan paspor simpatik seluruh Indonesia.

“Untuk diwilayah Jateng dilakukan di Semarang dan Surakarta saat kegiatan Car Free Day mulai 17 Desember 2016 hingga 21 Januari 2018 dengan kuota 50 orang setiap hari Minggu,” jelasnya.

Selain penerbitan paspor, lanjut Ramli, juga terjadi penundaan penerbitan paspor sebanyak 766. Penundaan tersebut dilakukan lantaran pemohon ijin keluar negeri untuk bekerja secara non procedural. Bahkan ada 18 orang ditunda keberangkatannya, yakni 8 orang di Bandara A. Yani Semarang, dan Adi Soemarmo 10 orang.

“Di perlintasan kami mencatat ada 47.054 warga negara asing (WNA) berada di Jawa Tengah, yakni 448 izin tinggal kunjungan, 3.692 izin terbatas, 450 izin tetap, dan 23 orang izin tinggal terbatas perairan,” bebernya.

Sedang 141 orang warga negara asing ditempatkan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) yang kebanyakan berstatus imigran illegal, yakni 75 orang dari Afganistan, 22 orang dari Somalia, 11 orang dari Sudan, serta 18 orang dari Vitenam.

Selanjutnya dalam penindakan hukum selama 2017, Kemenkum dan HAM Jateng sudah melakukan sidang pengadilan terhadap 12 WNA dan 1 WNI. “WNI tersebut dinyatakan bersalah karena telah memberikan fasilitas kepada WNA untuk tinggal tanpa melapor ke Imigrasi,” tandasnya.

Selain itu Kanwil Kemenkum dan HAM Jateng juga telah melakukan pendeportasian terhadap 138 WNA. Pihaknya berharap di tahun 2018 bisa lebih intens lagi dalam melakukan penegakan baik meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat ataupun dalam penegakan hukum terkait keberadaan WNA di wilayah Jateng. (Nining)

Biro Semarang