Soal Ancaman Trump Amerika Pertontonkan Anti Demokrasi

0
120
Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid

BERITA BENGKULU – Ancaman Presiden Amerika, Donald Trump yang akan mencabut bantuan kepada sejumlah negara pendukung Palestina pertanda bahwa negara Paman Sam itu tengah mempertontokan sikap antinya terhadap demokrasi.

“Yang dilakukan Trump ini betul-betul melenceng dan mengingkari prinsip kedaulatan internasional, termasuk prinsip dasar demokrasi,” katanya Wakil Ketua MPR-RI, Hidayat Nur Wahid menjawab pertanyaan Beritaekspres.com dalam sebuah kesempatan di Kota Bengkulu, Bengkulu, Kamis (21/12/2017).

Menurutnya, menjadi aneh negara Amerika yang terkenal sangat demokrasi memaksakan kehendak, membut keputusan sepihak yang bertentangan dengan resolusi berbagai lembaga internasional, termasuk PBB.

“Bahkan mengancam untuk mencabut bantuan bagi negara-negara yang setuju dengan resolusi menolak klaim sepihak Trump,” ungkap Hidayat.

Menurutnya, Amerika semakin membuka dirinya, menunjukkan bahwa dirinya tidak lagi layak untuk dijakdikan rujukan dalam berdemokrasi, apalagi menghadirkan perdamaian di Timur Tengah.

“Ini adalah momentum yang sangat baik bagi bangsa-bangsa internasional untuk membuat tata dunia baru yang kemudian mengahdirkan keadilan bagi semuanya,” jelas Hidayat.

Dia pun menyerukan, agar jangan kemudian melanjutkan prilaku di PBB yang menghadirkan hak veto bagi beberapa negara yang ternyata dipakai untuk justru melanggengkan negara terorisme seperti yang dilakukan negara Israel.

“Kalau Trump obyektif, potensi pasar ekonomi Israel dibanding dengan negara-negara Arab saja, Israel ngga ada apa-apanya. Apa lagi dibanding dengan negara-negara yang menolak,” tuturnya.

Mestinya, sambung dia, Amerika kembali kepada kesadaran dasarnya bahwa Amerika adalah negara berdaulat, karenanya jangan merendahkan diri menjadi tersandera untuk kepentingan Israel.

Lebih lanjut, menyoal sikap pemerintah Indonesia terkait masalah Palestina, Hidayat berpendapat peran Indonesia sangat baik.

“Saya mengapresiasai sikap tegas pemerintah Indonesia untuk menolak keputusan Donald Trump dan mengajak OKI (Organisasi Kerjasama Islam)dan negara lain untuk bersatu-padu menguatkan posisi dalam sidang umum (PBB) hari ini,” urainya.

Hidayat menambahkan, kemudian untuk menguatkan loby OKI menyangkut keputusan Trump dan menjadikan Yerusalem Timur sebagai Ibukota Negara Palestina.

“Saya kira Indonesia penting untuk terus melakukan peran strategisnya ini, karena Indonesia diterima dengan sangat baik oleh internasional baik di negara barat maupun negra-negara OKI,” paparnya.

Kata Hidayat, hal ini kesempatan emas Indonesia untuk membuktikan Indonesia betul-betul melakukan ketentuan Undang-Undang Dasar dan janjinya kepada Palestina. “Indonesia jangan kendor, justru ini momentum yang baik untuk melakukan reformasi baik bagi PBB,” pungkasnya. (OSS)