Tragis..! Pertanyakan Status Kerja PT. HUNG-A Indonesia Malah PHK

0
3135
Pekerja PT. HUANG-A Indonesia

“Nasib Pekerja Indonesia Bertanya Tentang Status Malah Jadi Korban PHK Perusahaan”

BERITA BEKASI – Status kerja sangat penting bagi orang yang bekerja yang tentunya berkaitan dengan hak dan kewajiban juga status sosial seseorang. Hal inilah yang dirasakan sekitar 25 orang mantan pekerja PT. Arami Jaya yang kini bekerja di PT. HUNG-A Indonesia.

“Saat menerima upah pada slip gaji mereka bukan tercantum nama PT. HUNG-A Indonesia akan tetapi tertera nama perusahaan lain,” terang Maryanih salah seorang tim kuasa hukum pekerja dari PAHAM (Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia) Indonesia Cabang Bekasi Raya kepada Beritaekspres.com, Selasa (16/1/2018).  

LBH PAHAM Basrizal, SH

Maryanih menjelaskan, sebelumnya, beberapa orang pekerja menanyakan kepada pihak manajemen PT. HUNG-A Indonesia terkait dengan status mereka. Namun mereka tidak mendapatkan jawaban yang jelas. Setelah beberapa kali bertanya tidak juga mendapatkan kejelasan akhirnya para pekerja pun kemudian berkonsultasi ke PAHAM Indonesia Cabang Bekasi Raya.

Setelah mendapatkan penjelasan secara hukum para pekerja kemudian melakukan klarifikasi kepada pihak perusahaan melalui surat kuasa kepada team advokat dari PAHAM Indonesia Cabang Bekasi Raya. “Bukan mendapatkan jawaban atas klarifikasi tersebut, tetapi perusahaan melalui salah seorang manajemen justru menyatakan untuk sementara mereka di-off kan,” katanya.  

Atas tindakan itu sambung Maryanih, para pekerja melalui kuasa hukumnya mengirimkan surat permintaan untuk berunding. Namun, hingga tiga kali mengirim surat tidak mendapat respon dari perusahaan. “Makanya, kita PAHAM dengan pekerja menyampaikan pengaduan dan permohonan mediasi ke Disnakertrans Kabupaten Bekasi,” jelasnya.

PAHAM Maranih, SH Bersama Pekerja

Hari inipun lanjut Maryanih, Selasa tanggal 16 Januari 2018 Disnakertrans mengundang para pihak untuk didengar keterangannya, lagi-lagi pihak perusahaan tidak hadir. “Persoalan ini sebenarnya sederhana, ketika pekerja bertanya perusahaan menjawab apa yang menjadi kebingungannya,” ucap Maryanih.

Bahkan tambah Maryanih, pihak perusahaan tidak memberikan informasi atas ketidakhadirannya pada panggilan perdana kali ini.  “Dengan kejadian ini terindikasi bahwa perusahaan tidak memiliki itikad baik dalam hubungan industrial dengan pekerja,” pungkasnya usai meninggalkan ruang mediasi. (Edo)