Pasca Bentrok Ormas, Didit: Semua Pihak Hormati Kepentingan Publik

0
232

“Jangan Buat Opini Liar di Medsos, Serahkan ke Aparat Kepolisian”

BERITA BEKASI – Pasca bentrok antar Organisasi Masyarakat (Ormas) di depan kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, publik secara luas mempertanyakan hak-hak publik seperti kenyamanan, penggunaan akses jalan bebas dari gangguan, keamanan dan jaminan kedamaian dalam proses Pilkada 2018 mendatang.

“Publik secara luas yang perlu mendapatkan jaminan kenyamanan bukan kegaduhan dan kerusuhan yang membuat masyarakat menjadi terganggu,” kata Pemerhati Kebijakan dan Pelayanan Publik Bekasi, Didit Susilo kepada Beritaekspres.com, Minggu (28/1/2018).

Kasus bentrokan antar Ormas harus menjadi pembelajaran berharga dan semua pihak mawas diri, intropeksi dan mengedepankan kepentingan masyarakat secara umum. Demi tegaknya keadilan dan semua pihak menghormati hukum, pihak kepolisian harus profesional menangani kasus tersebut dan melakukan mediasi antar pimpinan Ormas.

Menurut Didit di tahun politik yang sudah memasuki tahapan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat dan Pemilihan Walikota Bekasi, kasus tersebut rentan dipolitisir oleh pihak-pihak tertentu untuk tujuan politik dan mendiskriditkan Petahana.

“Ya namanya tahun politik, bisa saja ada ‘penunggang’ yang memelintir situasi dengan opini sesat seolah-olah Pilkada situasi keamanan tidak terjamin. Jangan sampai pasca kasus tersebut, malah digoreng pihak tertentu untuk tujuan politik dan menjadi isu yang liar,” paparnya.

Dijelaskannya, para pimpinan Ormas dan stakeholders harus kembali kepada kesepakatan awal deklarasi damai, menghimbau kepada semua anggotanya untuk menahan diri dan tidak perang opini di Medsos mencari pembenaran sendiri-sendiri.

“Pimpinan Ormas harus menahan diri dan semua pihak tidak membuat opini liar di medsos. Serahkan penanganan kasus tersebut kepada pihak kepolisian,” sarannya.

Warga masyarakat tambahnya, secara luas, selama ini sudah merasakan kenyamanan, kedamaian, tentram dan aman tidak terusik dengan perilaku-perilaku destruktif yang justru merugikan kepentingan umum dan harapan semua pihak akan Bekasi yang Ihsan dan Aman,” tandasnya. (Edo)