TNI dan Polri Pelihara Soliditas Jaga Kedaulatan NKRI

0
98
Soliditas TNI dan Polri

BERITA SEMARANG – Dalam memelihara soliditas, Polda Jawa Tengah bersama Kodam IV/Diponegoro menggelar kegiatan olah raga bersama yang dilaksanakan di halaman Rumah Sakit Bhayangkara, Jalan Majapahit Semarang, Jumat (2/2/2018).

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Drs. Condro Kirono mengatakan, untuk menjalin kebersamaan dengan TNI bisa diwujudkan dengan berbagai kegiatan yang salah satunya dengan olah raga.

“Kegiatan ini untuk meningkatkan soliditas di satuan kerja Polda dan Kodam guna menjaga kedaulatan NKRI,” tandas Condro.

Momen tersebut sekaligus dijadikannya untuk menjalin silaturahmi di satuan kerja Bid dokkes Polda Jateng dan Kesdam IV/Diponegoro untuk meningkatkan sinergitas.

Terkait pengamanan Pilkada 2018, pihaknya mengaku akan melangsungkan rapat kerja bersama semua Komandan Satuan hingga para pejabat Kodam IV/Diponegoro.

Sedang dari Polri akan melibatkan para Kapolres, Kasat Brimob hingga pejabat utama Polda Jawa Tengah guna merumuskan kekuatan TNI dan Polri terkait penempatan di setiap tahapan Pilkada.

Menurutnya, akan lebih dioperasionalkan kembali kebersamaan TNI dan Polri dalam mengamankan tahapan Pilkada nanti.

“TNI dan Polri akan selalu bersama di setiap tahapan Pilkada,” tegas Condro.

Pada kesempatan tersebut Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Wuryanto menyatakan komitmennya menjaga netralitas TNI dalam Pilkada 2018 sekaligus persiapan Pemilu 2019.

“Selain itu TNI berperan menciptakan kondusifitas di wilayah Jawa Tengah-Jogja, serta melaksanakan pengarahan dan memberikan penyadaran kepada masyarakat untuk menjaga kondusifitas dalam berpartisipasi di Pemilu, sehingga tingkat partisipasi masyarakat tinggi,” ungkapnya.

Mayjen TNI Wuryanto mengaku telah menyiapkan 6000 personil untuk pengamanan wilayah di Jawa Tengah. Bersama Polri, lanjut Pangdam, kami siap melaksanakan pengamanan. “Kita siap bersinergi dengan Polri dalam pengamanan Pilkada,” tandasnya.

Pihaknya juga mengaku sudah memetakan semua wilayah di Jateng, termasuk mengantisipasi semua langkah untuk menanggulangi kemungkinan terjadinya sesuatu.

“Kita semua mewaspadai, terutama untuk daerah yang cukup rawan seperti Solo Raya,” imbuhnya.

Terkait sangsi, menurut Pangdam, Panglima TNI telah menyatakan tidak akan mentolerir pelanggaran sekecil apapun yang dilakukan TNI. (Nining)

Biro Semarang