Ditreskrimsus Polda Jateng Ungkap Manipulasi Penjualan Beras

0
80
Kapolda Jateng saat ungkap manipulasi penjualan beras

BERITA SEMARANG – Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Drs. Condro Kirono menyampaikan, Satgas Pangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng berhasil mengungkap tindak manipulasi terhadap penjualan beras di Dusun Suren RT01/RW03, Desa Tambakreja, Kecamatan Kedung Reja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

“Semestinya beras tersebut untuk Operasi Pasar Bulog Divre Jateng, namun kemasannya malah dirubah yang tujuannya untuk meningkatkan harga jual,” ujar Condro di Ditreskrimsus Polda Jateng, Senin (5/2/2018).

Menurutnya, rekanan mitra Bulog tersebut merupakan sebuah CV milik pelaku, S yang selanjutnya tim Satgas melakukan pemeriksaan ke Gudang Beras RMU Berkah milik S tersebut.

Condro katakan, ada dua pelaku yang masih diperiksa termasuk S. Sementara 151 ton beras yang diambil dari Bulog Jateng itu dimanipulasi dengan cara memoles kembali beras Bulog yang seharusnya untuk Operasi Pasar. “Usaha pemolesan beras Bulog Operasi Pasar dari 15 kilogram itu dikemas kembali menjadi 47 kilogram ,” kata Condro.

Gudang Beras RMU Berkah sendiri dari Bulog mendapat beras per kilogramnya dengan harga Rp8.100, namun mereka (rekanan mitra) menjualnya kembali dengan harga Rp10 ribu per kilo untuk diedarkan di wilayah Jawa Barat.

Menurut Condro, mereka memanipulasi beras Bulog Operasi Pasar dalam dua kemasan, yaitu mereka mengklaim beras Bulog tersebut memiliki kualitas istimewa dengan nama slyp super istimewa cap jago, dan mereka mengemas beras tersebut menjadi tanpa merek yang dijual ke masyarakat dengan harga kelas premium.

Meski berasnya sama-sama dari Bulog, setelah dipoles melalui proses Rice Mile kemudian dikemas dengan kemasan istimewa dan premium agar harga naik. “Dengan modus seperti itu selama Januari 2018 mereka bisa meraup keuntungan hingga Rp288 juta lebih,” tandasnya. (Nining)

Biro Semarang