Satgas Pangan Polda Jateng Ringkus Pelaku Pengoplos Elpiji

0
68
Ungkap kasus elpiji oplosan di Ditreskrimsus Polda Jateng

BERITA SEMARANG – Satgas pangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah berhasil meringkus seorang warga Jepara yang berinisial EH (45) yang kedapatan melakukan pengoplosan elpiji bersubsidi ukuran 3 kg. EH, di Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara itu diringkus dalam sebuah penggerebekan

Wadir Ditreskrimsus Polda Jateng, AKBP Haryo Sugiarto mengatakan, dari aksinya tersebut EH berhasil meraup keuntungan mencapai Rp 60 juta selama empat bulan.

“Pelaku mengaku baru empat bulan menjalankan aksi tersebut. Modusnya dengan mengoplos elpiji ukuran 3 kg ke dalam tabung ukuran 12 kg,” ujar Haryo saat gelar perkara di Ditreskrimsus Polda Jateng, Senin (19/2/2018).

Saat penangkapan terhadap EH, petugas juga mengamankan ratusan tabung elpiji ukuran 3 kg dan 12 kg. “Pelaku ini mendapatkan gas elpiji bersubsidi bukan dari wilayah Polda Jateng, namun barang tersebut didapat dari wilayah Lamongan, Jawa Timur,” ungkapnya.

Haryo katakan, elpiji bersubsidi itu didapat dari sejumlah pengepul dengan harga sedikit lebih tinggi dari harga pasaran, yakni Rp 18.500 per tabung. Setelah elpiji-elpiji tersebut diangkut ke Jepara kemudian disuntik yang isinya dipindah ke tabung ukuran 12 kg dengan cara memanasinya di atas kompor dan menghubungkannya dengan selang.

“Sehari pelaku memproduksi hingga 35 tabung elpiji 12 kg dengan keuntungan sekitar Rp 50 ribu per tabung elpiji 12 Kg, yang kemudian dijual keliling di wilayah Jepara,” kata Haryo.

Atas perbuatannya, EH dijerat dengan Undang-undang Nomor 22/2001 tentang Migas, Undang-Undang Nomor 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Nomor 2/1981 tentang Metrologi, serta Undang-Undang Nomor 7/2014 tentang Perdagangan. (Nining)

Biro Semarang