Soal Orang Gila Serang Ulama, Mabes Polri Kirim Intel ke Daerah

0
93

BERITA JAKARTAMabes Polri mengaku belum ada “benang merah” terkait maraknya serangan oleh orang yang diduga gila ke sejumlah ulama di daerah. Korps cokelat itu juga memandang tidak ada keanehan dalam peristiwa demi peristiwa itu.

”Kita saat ini sudah mengirim satuan tugas ke Jatim, Jogja, dan Jabar untuk backup dan bekerjasama dengan penyidik di Polda-Polda tersebut untung mengungkap hal ini. Besok, saya, Wakapolri, Kabareskrim, Kabaintel, dan Asops akan supervisi ke sana,” terang Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Selasa (20/2/2018).

Satgas terdiri dari unsur intelijen dan reserse. Para pejabat utama Polri itu akan melakukan pengecekan sudah sejauh mana hasil yang ditemukan Satgas di Polda-Polda tersebut. Polri tidak mau berandai-andai dan hanya menyampaikan bukti dan fakta hasil penyelidikan di lapangan.

”Kalau kita lihat sekarang, faktanya, kejadian itu masih berdiri sendiri. Apakah nanti ada benang merah terkait satu dengan yang lainnya, kita belum tahu. Kita berharap, ketika nanti ada hasilnya, kita akan sampaikan kepada publik,” sambungnya.

Saat disinggung secara tempus delicti atau waktu kejadian yang berdekatan meski lokasinya berjauhan menurut Setyo, ”Secara pribadi saya melihat ngak ada keanehan karena memang bisa saja terjadi bersamaan. Ada juga yang menginspirasi. Artinya hari ini kejadian, besoknya kejadian di sana. Mengikuti.”

Dilanjutkan Setyo, kasus di Lamongan, Jawa Timur, dimana pelaku yang duduk di Masjid dan ditegur oleh KH Mubarak dia marah dan ngejar. Korban lalu berlari, jatuh, dan terluka karena diserang. Setyo tak menjelaskan apa yang dimaksud dengan “menginspirasi” itu. ”Saya ngak ngomong itu (ada yang mengadu domba),” tegasnya.

Ditambahkannya, serangan kepada ustaz bukan satu-satunya peristiwa karena ada juga serangan ke Masjid, ke Gereja, ke Pura, dan ke Kelenteng,” pungkasnya. (BR-1)

 

Sumber: Beritasatu.com