Condet Sebagai Destinasi Wisata Budaya Baru

0
108
Tinia Budiati

BERITA JAKARTA – Mengulak sejarah budaya masyarakat betawi di Condet, sangat menarik untuk disajikan sebagai ikon destinasi wisata Jakarta yang prosfektif dan progresif. Ibarat magnet, Condet yang terkenal dengan salak dan tepian eksotik Kali Ciliwungnya yang jernih nan indah menjadi kebanggaan warganya.

Hal inilah yang turut menggugah sebagian besar warga Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur untuk melestarikan dan mengembangkan seluruh potensi seni budayanya dalam satu manisfestasi giat ‘Condet Punya Potensi’ yang bakal berlangsung selama 3 hari, Sabtu (31-3/4/2018) bertempat di Jalan Munggang, Kelurahan Bale Kambang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kegiatan masyarakat yang diikuti sekitar 200 peserta bazar bernuansa Betawi binaan dari OK-OC ini, diprakarsai Condet Kita Fondation, sebuah Yayasan yang berorientasi pada pelestarian potensi seni budaya Betawi Condet.

Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno, didampingi Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Tinia Budiati, Camat Kramat Jati Eka, Lurah Balekambang, tokoh masyarakat Condet Rosyid Ahmat, Ketua RMB Ali, komunitas silat, tokoh agama dan masyarakat condet lainnya.

“Warga Condet patut bangga akan keberadaan ragam seni budaya dan kuliner Betawi yang harus terus digali, dilestarikan dan ditingkatkan pengembangnya, dibawah binaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta,” kata Sandiaga Uno dalam sambutannya.

Kepada Beritaekspres.com, Ketua pelaksana kegiatan ‘Condet Punya Potensi’ H. Heru Kusumo mengatakan, tujuan dilaksanakannya giat ini adalah untuk membangun dan melestarikan seluruh potensi yang ada di condet.

“Seperti budaya kuliner, seni beladiri silat, tari betawi, gambang kromong, handcraft, peninggalan artefak dan banyak lainnya. Dan Sesuai dengan Pergub Nomor 11 Tahun 2017 tentang ikon Betawi,” jelasnya, Senin (2/4/2018).

Lebih lanjut Heru mengatakan, bahwa kedepannya Condet diharapkan menjadi destinasi wisata yang prospektif dan progresif, termasuk meningkatkan harkat dan derajat ekonomi masyarakat setempat.

“Rencananya akan diajukan pembuatan Dermaga Ciliwung, kampung warna-warni dan kampung binaan Betawi. “Kami hanya mengajukan, semua tergantung Pemda,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Tinia Budiati mengatakan, kedepannya Condet diharapkan dapat menjadi daya tarik destinasi wisata budaya baru.  “Karena ada wisata cagar alam Kali Ciliwung dan kuliner, sesuai arahan dari Wagub,” katanya.

Saat dikonfirmasi lebih lanjut terkait adanya biaya pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA) Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DPD DKI Jakarta, yang dikenakan punggutan sebesar Rp550 ribu per-anggota pramuwisata muda baru bersertifikat kompetensi.

“Tidak boleh  ada punggutan apapun, termasuk untuk pramuwisata muda yang menjadi tulangpunggung pariwisata DKI Jakarta,” tegasnya dengan mimik muka kecewa. (Deny)