Solihin: KS-NIK Berikan Bukti, Lainnya Masih Wacana

0
84
Solihin

BERITA BEKASI – Ketua Tim Pemenangan Rahmat Effendi-Tri Adhianto, Solihin menyatakan, bahwa Kartu Sehat Berbasis Nomor Induk Kependudukan (KS-NIK), telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Bekasi.

Jika ada kartu lain menyerupai seperti KS, menurut Solihin, baru sekedar wacana dan belum terbukti. “Kalau ada kartu lain selain dari kartu sehat, itu masih wacana,” kata Solihin kepada awak media.

Sekretaris Komisi I, DPRD Kota Bekasi ini menjelaskan, pihaknya telah menyetujui penambahan anggaran untuk kartu sehat pada tahun 2018.

“Sekitar Rp180 miliar anggaran yang digulirkan itu, diharapkan mampu mengcover seluruh masyarakat agar dapat memperoleh layanan kesehatan secara cuma-Cuma,” ungkapnya.

Dikatakan Solihin, tahun ini anggaran KS sudah kita naikkan menjadi Rp180 miliar untuk seluruh warga Kota Bekasi yang ingin berobat diseluruh rumah sakit pemerintah dan swasta yang telah bekerjsama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi secara gratis.

Masih kata Solihin, biaya pendidikan pada jenjang tingkat SD, SMP dan SMA di Kota Bekasi, telah gratis. Namun, sejak kewenangan pengelolaan diambil alih Pemerintah Provinsi Jawa Barat, maka Pemkot Bekasi juga masih tetap bertanggung jawab dengan berupaya menggelontorkan subsidi anggaran biaya pendidikan kepada peserta didik ditingkat SMA/SMK tersebut.

Hal itu mengingat sambungnya, bahwa siswa-siswi yang mengenyam pendidikan tingkat SMA/SMK merupakan warga Kota Bekasi. “Kalau untuk biaya pendidikan tingkat SD dan SMP sudah gratis. Namun, karena kebijakan pengelolaan SMA dan SMK diambil alih ke Provinsi,” jelasnya.

Maka lanjut Solihin, Pemkot Bekasi tetap memberikan bantuan biaya pendidikannya. Namun, kalau pengelolaan SMA dan SMK itu dikembalikan lagi kepada Pemkot Bekasi, kita tetap mampu kok menggratiskannya,” tutur Ketua DPC PPP Kota Bekasi ini.

Selain untuk berobat gratis dan bantuan pendidikan, manfaat lain dari KS berguna untuk bantuan lain. “Jadi KS ini multi fungsi dalam satu kaartu sekaligus. Tinggal menunjukkan KS nya, maka seluruh biaya pendidikan maupun bantuan hibah lainnya juga akan diterima,” tambahnya.

Ditambahkan Solihin, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) saat ini kondisi politik terlihat dinamis. Meski begitu tak jarang program unggulan bakal menjadi produk yang dianggap mampu mendulang dukungan masyarakat.

Namun begitu , Solihin menilai tak jarang program yang dipasarkan tersebut menyerupai program yang sebenarnya telah ada sebelumnya. Tinggal bagaimana masyarakat menilainya saja.

“Jadi wajar saja kalau menjelang politik saat ini banyak program unggulan yang ditawarkan. Saat ini masyarakat kita sudah cerdas koq. Kalau soal pelayanan kesehatan saat ini, melalui terobosan KS dari Rahmat Effendi kan memang sudah terbukti,” pungkasnya. (Boy)