STIP Farming Gelar Pelatihan Ecobricks Ramah Lingkungan

0
38
Ketua STIP Farming Semarang, Dr. R. Pramono, MSi

BERITA SEMARANG – Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Farming Semarang bersama Marimas menggelar pelatihan Ecobricks 2018 untuk para mahasiswa yang berlangsung di Aula Kampus STIP Farming, Kamis (3/5/2018).

Bukan hanya mahasiswa STIP Farming, para peserta pelatihan juga datang dari Forum Kesehatan Kelurahan (FKK) Kalibanteng Kidul, mahasiswa Untag, para dosen dan alumni.

Ketua STIP Farming Semarang, Dr. R. Pramono, MSi menyampaikan, kegiatan ini merupakan kegiatan ekstra di luar jam kuliah.

Pramono mengaku ingin mengenalkan kepada peserta pelatihan bahwa limbah plastic yang sulit terurai bisa disulap menjadi barang atau benda yang berguna dan ramah lingkungan.

“Sampah plastic dengan jumlah sangat banyak yang merusak lingkungan ternyata bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang ramah lingkungan,” kata Pramono kepada BeritaEkspres.com.

Menurutnya, sangat penting bagi mahasiswa generasi muda untuk mengetahui bahwa sampah plastic bisa diolah menjadi barang yang berguna dan ramah lingkungan. “Kegiatan ini merupakan program CSR dari Marimas yang rutin dilaksanakan,” sela dia.

Pramono mengatakan, terkait perkembangan STIP Farming, saat ini masih perlu diperkenalkan kembali kepada masyarakat khususnya kepada calon mahasiswa. Karena setelah munculnya berbagai perguruan tinggi di setiap kabupaten/kota, semakin besar persaingan yang terjadi di dunia pendidikan.

Namun meski persaingan begitu besar, masih cukup banyak yang berminat masuk di STIP Farming. Bahkan STIP Farming selalu memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang kurang mampu dan memiliki prestasi. “Kita berikan beasiswa secara gratis. Khusus untuk D3 kita berikan 10 kursi setiap tahunnya,” tutur Pramono.

Kedepan, pihaknya berharap pertanian makin maju. Dan menjadi mahasiswa STIP Farming harus berpegang 3T, yakni tanggap, tangguh dan trengginas.

Tanggap berarti tahu situasi dan kondisi, tangguh artinya dia bersungguh-sungguh, loyal dan tidak cengeng, sedang trengginas mempunyai arti cepat mengambil keputusan baik untuk dirinya sendiri maupun untuk masyarakat. “Kami berharap Farming bisa bangkit,” tandasnya.

Terkait pelatihan Ecobricks, Humas Marimas, Lantip Waspodo menjelaskan, bahwa Ecobricks merupakan bata yang ramah lingkungan sebagai pengganti batu bata, karena menggunakan bahan dari limbah plastic yang tidak mudah atau susah terurai.

“Caranya, semua jenis plastic yang ada di sampah kita pilah, kita bersihkan dan dikeringkan. Setelah itu  kita potong kecil-kecil lalu dimasukkan ke dalam botol plastik dan dipadatkan dengan memakai tongkat. Minimal 0,35 dari volume botol (standartnya) bisa dipakai sebagai pengganti batu bata,” ungkap Lantip.

Setelah menjadi pengganti batu bata, lanjut Lantip, botol-botol tadi bisa disusun dijadikan sebagai kursi, ataupun meja yang bisa kita gunakan sehari-hari, tentunya ramah lingkungan. “Di kantor kami pelatihan seperti ini sudah menjadi program rutin yang dilaksanakan setiap hari Sabtu,” kata Lantip.

Sementara program pelatihan Ecobricks sendiri sudah berlangsung sejak awal 2018, yang mana setiap minggunya pihak MARIMAS memberikan pelatihan untuk umum. “Kadang kita dapat panggilan seperti di Farming ini, namun yang rutin adalah dilaksanakan di kantor Marimas setiap minggu sekali,” pungkasnya. (Nining)

Biro Semarang