Meski Kurang Terawat, Pasar Pamor Cibitung Ramai Pengunjung

0
3475

BERITA BEKASI – Pasar Pamor Wanasari Cibitung yang berlokasi di Jalan Bosih, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, merupakan salah satu pasar tradisional yang selalu dipenuhi para pengunjung untuk membeli segala kebutuhan pokok, terutama kebutuhan pangan.

Bukan hanya kebutuhan pangan, bagian depannya, juga terdapat kios yang yang menjual emas, perabotan rumah tangga, kosmetik, pakaian, alat – alat menjahit dan lain-lain. Sedangkan dibagian dalam pasar lebih menjual berbagai macam kebutuhan pangan seperti sayur-sayuran, daging ayam, sapi, ikan basah, bumbu dapur dan bahan lainnya.

Pantauan Beritaekspres.com, kondisi Pasar Pamor tampak kurang terawat begitu juga dengan keberadaan sampah yang berserakan yang menimbulkan bau kurang sedap, sehingga mengurangi kenyamanan bagi masyarakat yang tengah berbelanja kebutuhan pokoknya. Terlebih lagi, ketika usai diguyur hujan.

Informasi yang diperoleh, salah satu penyebab karena keterbatasan jumlah tenaga individu dalam pengelola Pasar Pamor dan keterbatasan kelembagaan (Organisasi) untuk melakukan pengelolaan Pasar. Meskipun begitu, Pasar Pamor ini tidak pernah sepi dari pengunjung setianya yang didominasi kaum ibu rumah tangga.

Kepada Beritaekspres.com, salah satu pengunjung Pasar, Rokhaidah (40) mengatakan, berbelanja di Pasar Tradisional karena semua kebutuhan dijual dengan harga yang relatif murah dan dapat ditawar. Berbeda dengan pasar modern yang sudah menetapkan harga pas, sehingga tidak bisa ditawar lagi antara penjual dan pembeli.

“Pasar tradisional seperti Pasar Pamor lebih merakyat, tidak ada jarak antara pedagang dengan pembeli. Selain itu, harganya lebih terjangkau dan bisa di tawar juga lebih lengkap dalam memenuhi kebutuhan pokok,” tandasnya singkat, Jumat (4/5/2018).

Seperti diketahui, Pasar Pamor mulai beraktivitas dari pagi hingga sore hari. Pasar Pamor terletak didekat kawasan perumahan warga dan relatif mudah dijangkau. Walaupun berada ditengah pembangunan Pasar Modern, Pasar tradisional Pasar Pamor tidak kehilangan tempatnya sebagai pasar yang tetap banyak diminati warga. (Pisca Azalea Kusnadi/PNJ)