KY Bahas Kekosongan Jabatan Koordinator dan Asisten 6 Wilayah

0
71
FGD Efektifitas PKY Dalam Mewujudkan Peradilan Bersih

BERITA SEMARANG – Kepala Bagian Penghubung Kerjasama dan Hubungan Antar Lembaga Sekretariat Komisi Yudisial (KY) RI, Titik Ariyati Winahyu menyatakan, kegiatan Fokus Group Discussion (FGD) yang digelar PKY Jateng lebih mensosialisasikan kepada jejaring, karena jejaring merupakan bagian dari mitra PKY di Jawa Tengah.

Hal tersebut dikatakannya usai kegiatan FGD yang bertema ‘Efektifitas Penghubung Komisi Yudisial Dalam Mewujudkan Peradilan Bersih’ yang digelar di Hotel Aston Inn Jalan Pandanaran Semarang, Jumat (4/5/2018).

Selain itu, pada 2018 ini pihaknya juga mengagendakan untuk mengisi kekosongan jabatan PKY di enam wilayah, salah satunya di Semarang. Jabatan yang kosong tersebut adalah untuk Koordinator dan Asisten.

“Pada FGD sendiri lebih mendapatkan masukan-masukan dari jejaring untuk melakukan evaluasi dan penyempurnaan ketika nanti akan dilakukan seleksi penghubung, agar didapatkan  calon yang benar-benar mempunyai integritas yang baik,” ujar Titik.

Menurutnya, untuk menduduki jabatan koordinator, dia mempunyai managerial, kemampuan, dan komunikasi yang bagus dengan jejaring. Utamanya lagi menguasai wilayahnya, dan kepemimpinannya harus baik.

Sedang untuk asisten sekurang-kurangnya dia sudah mengetahui pola teman-teman jejaring, siapa saja yang bergerak di dalam peradilan bersih.

“Kita berharap akan terpilih lowongan jabatan untuk penghubung orang-orang yang tepat dan mempunyai kemampuan, kapasitas, dan  integritas yang baik,” tandasnya.

Sementara Ardian Sumadijo selaku Administrasi Penghubung KY Jakarta menambahkan, digelarnya FGD ini untuk mengetahui kinerja dari PKY Jateng yang telah berusia lima tahun.

Bagaimana respon masyarakat menghadapi keadilan KY yang ada di Jateng selama  lima tahun, sehingga harapannya bisa menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap pengadilan, dan masyarakat menjadi pulih kepercayaannya terhadap hakim.

Melalui kegiatan ini juga meminta masukan dari masyarakat terkait dengan eksistensi dan kelembagaan PKY di Jateng, karena PKY Jateng luasan wilayahnya ada 35 PN, yang mana luasan wilayah ini menjadi hambatan tersendiri buat KY ke depan.

“Yang melakukan penilaian kinerja penghubung dengan peraturan KY terbaru bukan semata-mata dari KY Pusat, namun public juga berhak untuk menilai. Dan respon masyarakat Alhamdulillah bagus, kehadiran KY di Jateng cukup bisa diterima, dan kerja-kerja di daerah bisa diterima senafas dengan kerja-kerja masyarakat sipil yang ada di Jateng,” jelas Ardian.

Selain akan membuka rekrutmen dengan KY Jateng untuk dua posisi yang sedang kosong, pihaknya juga akan bekerja bareng dengan KPK lagi di Jateng dan melakukan konsolidasi dengan masyarakat  sipil Jateng.

Sementara itu peserta FGD yang hadir pada kesempatan tersebut antara lain para Dekan Fakultas Hukum yang ada di Kota Semarang, KP2KKN, dari LBH, Sahabat KY, media dan lainnya. (Nining)

 

Biro Semarang