Koordinator FOKAS: Perang Terhadap Terorisme Dimulai

0
227
Novy Viky Akihary

BANGKITNYA Silent Majority diberbagai daerah di Indonesia paska aksi biadab para teroris di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok pada, Selasa 8 Mei 2018 lalu, dimana 5 orang Prajurit Kepolisian RI dibunuh secara keji oleh 156 teroris Blok C, Rutan Cabang Salemba di Mako Brimob.

Awalnya sebagian masyarakat Indonesia terkotak-kotak dalam menanggapi tragedi Mako Brimob, ada yang menganggapnya sebagai rekayasa polisi dalam rangka mendorong Goal-nya Revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Komentar miring pun mulai banyak berseliweran di berbagai media sosial (medsos) tetapi tidak sedikit pula masyarakat berempati kepada Kepolisian RI.

Minggu 13 Mei 2018 pagi, terjadi aksi brutal dan sangat biadab oleh para teroris di 3 Gereja di Surabaya, bom meledak di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Ngagel, GKI Diponegoro dan Gereja Pantekosta di Jalan Arjuna.

Sontak kaget bukan kepalang perkiraan mereka para nyinyir keliru, ternyata sel tidur teroris mulai bangkit pengeboman bukan berhenti di ke-3 Gereja tersebut saja dimana akhirnya menewaskan kurang lebih 18 orang serta melukai setidaknya 40 jemaat Gereja di Surabaya, Jawa Timur.

Senin 14 Mei 2018, aksi teroris terus berlanjut ke kantor Polrestabes Surabaya Jawa Timur serangan bom bunuh diri pasangan teroris Anton serta istri dan anaknya yang sengaja menabrak motor mereka di pintu pemeriksaan, sehingga 1 orang anggota Polres setempat menjadi korban kebiadaban aksi brutal yang tidak masuk akal tersebut.

Dihari yang sama, terjadi juga di Rusunawa Wonocolo 1 keluarga (Dita) meledakan diri melengkapi aksi teror mereka di Kota Buaya tersebut.

Silent Majority yang selama ini berdiam diri mulai terusik, apalagi Presiden Jokowi menggugah masyarakat lewat seruan agar masyarakat ikut bersama pemerintah memerangi kebiadaban terorisme di Indonesia.

Seruan Presiden pun, menggugah beberapa kelompok aktivis beserta berbagai kelompok masyarakat yang selama ini diam akhirnya bertemu di Resto Bekantan, Green Terace, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Cipayung Jakarta Timur, Minggu 13 Mei 2018 Sore pukul 17.00-23.00 WIB.

Dalam pertemuan itu, kemudian membentuk gerakan perlawanan terhadap kebiadaban terorisme di Indonesia yang dinamai Forum Komunikasi Aktivis (FOKAS) lewat 3 tuntutan:

1.Mendesak DPR-RI untuk segera mensahkan Revisi UU No. 15 Tahun 2003 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, dan apabila DPR-RI tidak mensahkan revisi UU tersebut, maka Presiden Jokowi harus segera mengeluarkan Perppu Keamanan Nasional sebagai payung hukum bagi Polisi untuk membasmi terorisme di Indonesia yang sudah sangat di luar batas kemanusiaan.

2.Mendukung Kepolisian RI agar bertindak cepat dan tegas serta tidak perlu ragu-ragu dalam menghadapi ancaman terorisme, karena bagi rakyat membasmi teroris adalah perlindungan HAM kepada masyarakat banyak yang tidak berdosa yang kemudian bisa saja menjadi korban kebiadaban para teroris.

3.Menuntut bubar partai yang selama ini diduga menjadi pendukung terorisme di Indonesia.

Alasan Kenapa “FOKAS” Menggeruduk Kantor PKS

1.Sampai dengan aksi brutal para teroris di Surabaya Minggu 13 Mei 2018 tidak ada reaksi dari petinggi PKS yang mengutuk kebiadaban tersebut.

2.Fakta lain terkait PKS yang membuat ngeri :

2.1. PKS itu ideologinya trans-nasional, dan merupakan perpanjangan tangan dari Ikhwanul Muslimin. Hal ini diakui oleh pendiri PKS sendiri. Sedangkan IM di negara seperti Arab dimasukkan dalam daftar organisasi teroris.

Kita juga tahu bahwa PKI yg juga berideologi trans-nasional dan merupakan perpanjangan tangan dari partai komunis Uni Soviet/China. Hanya sebagai pembanding, bukan berarti menyamakan PKS dengan PKI. https://m.tempo.co/…/pendiri-akui-pks-memang-ikhwanul-musli…

2.2. “Ayah kandung Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ustadz Hilmi Aminuddin merupakan pendiri sekaligus Panglima Darul Islam/Tentara Islam Indonesia. DI/TII sudah beberapa kali melakukan pemberontakan terhadap pemerintah sah Indonesia”. Selengkapnya ada di link ini: http://www.tribunnews.com/…/pks-benarkan-ayah-hilmi-mantan-…

2.3. Walaupun simpatisannya sering teriak anti komunis, anti aseng dan anti China; namun ternyata PKS menjalin kerja sama dengan PKC (Partai Komunis China). Oh ya, anak dari mantan Presiden PKS juga kuliah di China. Jadi kalau simpatisan PKS suka teriak – terisk anti komunis, aseng, asong, asing itu hanya menunjukkan ke-PKS-annya kurang kaffah. http://pks.id/content/pks-dan-ak-parti-saling-belajar http://amp.kompas.com/…/PKS.Akrab.dengan.Partai.Komunis.Chi…

2.4. PKS menolak penerapan asas tunggal Pancasila di UU Ormas. https://m.detik.com/…/pks-bersikukuh-tolak-asas-tunggal-pan…

2.5. Anis matta pernah membuat puisi sanjungan kepada Osama bin Laden. http://m.tribunnews.com/…/puisi-anis-matta-untuk-osama-bin-…

2.6. Fahri Hamzah pernah membuat statement bahwa Perppu untuk menangkal ISIS itu berlebihan.
http://m.republika.co.id/…/nlgcqj-fahri-hamzah-perppu-cegah…

2.7. Anis Matta menyebut respon dunia terhadap ISIS berlebihan. 
http://amp.kompas.com/…/Anis.Matta.Sebut.Respons.terhadap.I….

2.8. Hidayat Nur Wahid menyarankan dalam melumpuhkan terduga teroris menggunakan tembakan bius. http://m.tribunnews.com/…/hidayat-nur-wahid-sarankan-polisi…

2.9. PKS tasyakuran kemerdekaan pada 9 ramadhan. 
https://m.detik.com/…/pks-peringati-kemerdekaan-indonesia-9…

2.10. Milad PKS di Tasikmalaya ada aksi injak bendera merah putih.
http://rmol.co/…/Di-Tasikmalaya,-Milad-PKS-Diisi-Aksi-Injak…

2.11. Pemasangan bendera merah putih terbalik di kantor PKS Situbondo.
https://m.detik.com/…/pemasangan-bendera-merah-putih-di-kan…

3.Tertangkapnya beberpa terduga teroris di berbagai wilayah dan ternyata mereka adalah kader PKS;

3.1. Terduga Teroris Diduga Mantan Kader, PKS: Tidak Mungkin Itu – News …
https://www.liputan6.com › read

3.2. Terduga Teroris Ngaku Kader PKS, Anis Matta Bungkam! : Okezone News
https://news.okezone.com › read

3.3. PKS Bentuk Tim Terkait Kadernya yang Diamankan Densus 88 – detikNews
https://m.detik.com › news › berita › pks…

3.4. PKS sebut anggota DPRD Pasuruan yang ditangkap Densus 88 kadernya …
https://www.merdeka.com › pks-…

4.Adanya kader PKS yang menyebutkan bahwa Bom Surabaya adalah rekayasa.
Radikalisme – News Baldatuna
https://news.baldatuna.com› Category

Didasari oleh pemikiran bahwa selama ini PKS dikenal sebagai partai yang mengusung agama sebagai jualannya ternyata tak lebih sekumpulan pelaku amoral, koruptor serta diduga terlibat mendukung terorisme.

Hal tersebutlah maka pada hari Senin 14 Mei 2018 FOKAS geruduk DPP PKS, dalam pernyataan pres Koordinator FOKAS berjanji bahwa aksi di Kantor DPP PKS akan berlanjut ke berbagai daerah di Indonesia karena politik bertopeng agama harus dihentikan.

Forum (Aktivis) Pasundan Bergerak menyambut ajakan tersebut, giliran mereka menggeruduk kantor DPW PKS pada hari Selasa, 15 Mei 2018. Aksi ini tidak berhenti karena masuknya bulan Ramadhan, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan dan beberapa daerah lainnya sudah menyatakan siap mendukung gerakan yang sudah dimulai oleh FOKAS.

Silent Majority dari berbagai daerah bahkan sudah siap untuk menduduki Kantor DPP PKS kelak. Bukalah topengmu, atau kami akan datang menduduki kantormu, ketika silent majority sudah muak maka tunggulah kehancuran mu kerena dosamu segera terkuak. (Ind/Ndi)

 

Kamis 17 Mei 2018

Oleh: Novy Viky Akihary (Koordinator FOKAS)