Politik Uang Masih Jadi Momok Menakutkan Pilkada Kota Bekasi

0
66
Ilustrasi

BERITA BEKASI – Praktik politik uang atau Money Politic masih menjadi momok menakutkan pada Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Bekasi. Penyelenggara Pilkada, KPU Kota Bekasi berharap kalangan pemilih pemula tak mudah tergiur dengan iming-iming politik uang yang ditawarkan kandidat maupun tim sukses kandidat.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi, mewanti-wanti kepada pendukungan maupun relawan Pasangan Calon (Paslon) bisa mengendalikan diri. Kesempatan tahapan kampanye yang berlangsung sejak 15 Februari hingga 23 Juni merupakan momen penggalangan suara. Tahapan kampanye akan sia-sia jika menjelang pencoblosan pada 27 Juni mendatang terjadi politik uang.

“Tahapan kampanye itu pada dasarnya kesempatan bagi Paslon, pendukung, dan relawan bekerja keras mengambil hati masyarakat. Apabila politik uang terjadi, berarti sejak awal sudah tidak percaya diri,” ujar Komisioner Bidang Kampanye dan Sosialisasi KPU Kota Bekasi, Nurul Sumarheni.

Nurul menjelaskan, untuk menangkal praktik politik uang perlu ada sinergitas bersama. Baik itu dari penyelenggara, kandidat, maupun gerakan akar rumput. Nurul menyatakan politik uang bukanlah fenomena baru. Namun demikian, efektifitas dari menangkal pelanggaran itu bisa menjadi fenomena baru.

Dia meminta kepada tim pendukung maupun relawan memanfaatkan sisa tahapan kampanye untuk mensosialisasikan bahaya praktik politik uang. Menurut dia, melalui pesan yang disampaikan mereka berpeluang mempersempit praktik itu.

Musababnya, merekalah yang memiliki kepentingan dengan bersentuhan bersama masyarakat langsung. “Di samping itu, kami sebagai penyelenggara juga terus menggencarkan anti Money Politic,” tegas Nurul.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Bekasi, Ucu Asmara Sandi mengungkapkan kehadiran pemilih pemula bisa menjadi penangkal praktik politik uang. Pasalnya, pemilih pemula notabene memiliki rasa penasaran akan pelaksanaan Pilwalkot Bekasi yang demokratis. (NDI)