Tim Kuasa Hukum Dampingi Pendeta Polisikan Selebaran SARA    

0
195
Hadi Sunaryo (Kedua dari Kiri)

BERITA BEKASI – Tim kuasa hukum Pasangan Calon (Paslon) Nomor Urut 1, Dr. H. Rahmat Effendi dan Dr. H. Tri Adhianto memberikan pendampingan hukum Pendeta Yohanes Nur sebagai Badan Musyawarah Antar Gereja Lembaga Keagmaan Kristen Indonesia (BAMAGLKKI) Kota Bekasi yang namanya dicatut dalam selebaran SARA adanya perjanjian Gereja.

Kepada Beritaekspres.com, Ketua Tim Kuasa Hukum, Hadi Sunaryo mengatakan, sangat menyesalkan selebaran Hoax berbau SARA tentang adanya perjanjian kliennya Rahmat Effendi (Petahana) dengan pihak Gereja terkait kemudahan perizinan dengan target membangun 500 Gereja di Kota Bekasi.

“500 Gereja itukan jumlah yang sangat fantastis selama 5 tahun. Jumlah itu, kalo kita bagi dalam setahun 100 Gereja. Setiap minggu bisa 2 sampai 3 Gereja terbangun itukan sangat tidak masuk akal. Fitnah keji,” terangnya, Senin (25/6/2018).

Selebaran Hoax SARA

Oleh karena itu lanjut Hadi, pihaknya memberikan pendampingan hukum kepada Pendeta Yohanes yang namanya dicatut pada selebaran Hoax berbau SARA Agama untuk dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota agar tidak menjadi informasi yang menyesatkan masyarakat khususnya bagi warga Kota Bekasi.

“Cara-cara seperti ini jelas merugikan kedua belah pihak dan berpotensi memecah belah keharmonisan ditengah masyarakat Kota Bekasi yang selama ini sudah terjalin dengan baik. Kita minta polisi segera bisa mengungkap dalang dan pelakunya,” pungkas Hadi.

Sebelumnya, ramai menjadi perbincangan ditengah masyarakat Kota Bekasi khususnya di dunia maya kaitan munculnya selebaran Hoax berbau SARA agama yang mendiskreditkan Petahana Rahhmat Effendi Calon Walikota Bekasi Paslon Nomor Urut 1 yang berisikan kemudahan membangun 500 Gereja selama 5 tahun jika terpilih kembali. (Indra)