Wujud Bakti Jaksa, Kejati Jateng Gelar Nikah Massal

0
66
Kejati Jateng gelar nikah massal

BERITA SEMARANG – Sebagai wujud bakti Jaksa kepada masyarakat, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng menggelar nikah massal yang berlangsung dilapangan Kantor Kejati Jateng, Selasa (17/7/2018). Pada kesempatan itu, sebanyak 21 pasangan calon suami isteri melakukan ijab qobul secara serentak yang dipandu 21 penghulu se-Kota Semarang.

Sebelum melakukan ijab qobul, 21 pasangan pengantin tersebut diarak menggunakan bendi yang dimulai dari kantor Kejati Jateng kemudian mengelilingi Lapangan Simpang Lima dan kembali lagi ke kantor Kejati Jateng.

Kepala Kejati Jateng, Sadiman mengatakan, kedepan kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan. “Kegiatan seperti ini merupakan bukti negara hadir untuk membantu masyarakat miskin, juga merupakan wujud bakti Jaksa kepada masyarakat. Kalau bisa, yang kemarin ikut sunat massal juga bisa ikut nikah massal di Kejati kemudian hari,” ungkap Sadiman.

Menurutnya, kegiatan nikah massal yang digelar Kejati Jateng merupakan rangkaian peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) dan HUT Ikatan Adhyaksa Dharmakarini. “Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan dalam menyambut HBA ke-58 tahun dan HUT XVIII Ikatan Adhyaksa Dharmakarini tahun 2018. Sebelumnya, kami juga telah menggelar khitanan masal dan bakti sosial di beberapa panti asuhan,” tambahnya.

Salah satu peserta nikah massal, Gunaryo (50), mengaku sangat terharu dapat merealisasikan impiannya 9 tahun yang lalu. Dia senang bisa menjadikan Tri Ekowati sebagai isteri sah setelah 9 tahun menikah siri. “Mulanya Ketua RT saya di Jangli mengabarkan ada kegiatan nikah massal. Saya langsung ikut, karena semua biaya pernikahan ditanggung Kejati Jateng. Saya sangat berterimakasih kepada Kejati Jateng karena kami akhirnya bisa menikah secara resmi,” kata Gunaryo.

Sementara pasangan Abdullah dan Nur Juwariyah memutuskan untuk menikah kembali setelah bercerai tahun 2016 lalu. Abdullah mengaku rujuk kembali demi 5 anak dan 5 cucu mereka. “Kami menikah tahun 1983 dan cerai 2016. Kini kami rujuk lagi demi masa depan anak cucu kami,” pungkasnya. (Nining)

Biro Semarang